logo


Azerbaijan Dituduh Sebarkan Doktrin Kebencian Rasial terhadap Etnis Armenia

Dalam sebuah sdang di Pengadilan Dunia pada Kamis (14/10), kuasa hukum Armenia mengatakan bahwa pemerintah Azerbaijan selama ini menyebarkan doktrin kebencian rasial terhadap etnis Armenia

15 Oktober 2021 09:35 WIB

Bendera Azerbaijan (kiri) dan Armenia
Bendera Azerbaijan (kiri) dan Armenia istimewa

AMSTERDAM, JITUNEWS.COM - Armenia mengatakan kepada hakim di Pengadilan Dunia di Den Haag pada Kamis (14/10) bahwa Azerbaijan telah menyebarkan kebencian rasial terhadap etnis Armenia dan meminta pengadilan untuk menghentikan tindakan tersebut.

Pada bulan lalu, Armenia juga menuduh Azerbaijan telah melanggar Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial, yang ditandatangani oleh kedua negara.

Sidang yang digelar pada Kamis kemarin hanya membahas mengenai permintaan Armenia agar segera dilakukan tindakan darurat untuk menghentikan dugaan pelanggaran itu. Sementara pihak pengadilan masih mempertimbangkan klaim tersebut.


AS Segera Lanjutkan Proses Evakuasi Warga dari Afghanistan

Setelah klaim Armenia diumumkan pada bulan lalu, Azerbaijan langsung mengajukan tuntutan balik yang menuduh Armenia melanggar perjanjian anti-diskriminasi. Azerbaijan juga berusaha agar pengadilan memerintahkan tindakan perlindungan sementara kasus ini sedang berlangsung.

“Generasi demi generasi diindoktrinasi ke dalam budaya ketakutan dan kebencian ini terhadap apa pun dan segala sesuatu yang terkait orang Armenia,” kata Yeghishe Kirakosyan, kuasa hukum pemerintah Armenia, dilansir Al Arabiya.

Sementara itu, Wakil menteri luar negeri Azerbaijzan, Elnur Mammadov, mengatakan kepada pengadilan melalui tautan video pada hari Kamis bahwa sebenarnya Armenia lah yang terlibat dalam “pembersihan etnis selama beberapa dekade” terakhir.

Seperti diketahui, Armenia dan Azerbaijan terlibat pertempuran pada akhir tahun 2020 lalu di wilayah Nangorno-Karabakh, sebelum akhirnya dimediasi oleh Rusia dan keduanya sepakat untuk melakukan perjanjian gencatan senjata. Dalam perjanjian tersebut, Armenia harus menyerahkan wilayah Nagorno-Karabakh yang mayoritas penduduknya merupakan etnis Armenia kepada Azerbaijan.

Kasus Kedua Infeksi Virus Ebola Terkonfirmasi di Kongo

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia