logo


Pengamat LIPI: Bubarin Aja Densus 88, Kalau Ada Bom di Rumahnya Fadli Zon Biar Tahu Dia

Pengamat LIPI tegaskan kerja Densus 88 krusial meski tidak selalu terlihat

15 Oktober 2021 06:30 WIB

Peneliti senior LIPI Prof. Hermawan Sulistyo
Peneliti senior LIPI Prof. Hermawan Sulistyo Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo menanggapi pernyataan anggota Komisi I DPR RI dari fraksi Partai Gerindra Fadli Zon yang meminta pembubaran Densus 88/Antiteror Polri. Ia menegaskan bahwa kerja Densus 88 krusial, meski tidak selalu terlihat.

"Kalau komentarnya Fadli Zon itu saya (mengikuti), mulai dari cara kerjanya (Densus) itu enggak sembarangan," kata Hermawan dalam diksusi bertajuk 'Densus 88, Penanganan Terorisme, dan Narasi Islamofobia', yang digelar secara virtual, Kamis (14/10/2021).

Hermawan lantas mencontohkan kinerja Densus 88 dalam menggagalkan aksi terorisme di Serpong. Ia menceritakan bahwa pelaku berupaya meledakkan jalur pipa gas Krakatau Steel yang terhubung ke Jakarta. Namun upaya tersebut gagal, karena tim Densus 88 berhasil menyamar dan mengintai dalam pemasangan bom tersebut.


Ingin Indonesia Aman, Densus 88 Jangan Dibubarkan

"Dilihat di bawah, itu kalau meledak seperempat Jakarta meledak karena saluran pipa gas. Itu proses (penyelidikan) seringkali bisa 6 bulan," ujarnya.

Lebih lanjut, Hermawan mengatakan bahwa kinerja Densus 88 akuntabel. Namun, kata dia, polisi terkadang tidak bisa menjelaskan kinerja Densus 88 dalam upaya pencegahan tindak terorisme kepada masyarakat.

"Kalau mau dibubarkan, maka saya sarankan bubarin aja, nanti kalau ada bom di rumahnya Fadli Zon biar tahu dia," sindir Hermawan.

Demi Buktikan Bisa Buat Bom, Ali Imron Pernah Minta Izin Ledakkan Rumah Amien Rais

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati