logo


Desak Nama Baik Saiful Mahdi Dipulihkan Usai Bebas, Komnas HAM Sentil UU ITE

Beka mengatakan bahwa Komnas HAM dari awal memandang tidak ada unsur pidana dalam kasus Saiful Mahdi

14 Oktober 2021 04:30 WIB

Beka Ulung Hapsara
Beka Ulung Hapsara Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara meminta agar nama baik Dosen Universitas Syiah Kuala, Saiful Mahdi dipulihkan usai bebas dari penjara. Hal tersebut, ia sampaikan saat mengunjungi Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Rabu (13/10/2021).

"Tentu saja Saiful Mahdi harus dipulihkan sebagai pengajar dan berbagai aktivitas lainnya. Presiden dan DPR sudah menyimpulkan bahwa ini tidak ada pidana sehingga amnesti diberikan," kata Beka.

Beka mengatakan bahwa Komnas HAM dari awal memandang tidak ada unsur pidana dalam kasus Saiful Mahdi. Ia pun meminta agar pemerintah segera merevisi UU ITE. Ia menyebut banyak orang yang dipenjara hanya karena UU ITE.


Masjid Ahmadiyah Dirusak, Komnas HAM: Karena Ada Penandatanganan Kesepakatan Bersama Bupati

"Karena itu saya kira Komnas HAM harus mendorong nama dan hak-hak Saiful Mahdi segera dipulihkan oleh siapapun, termasuk dari USK. Apalagi dalam kasus Saiful Mahdi ini, Komnas HAM sudah dari awal menyatakan pendapat bahwa ini tidak layak dipidanakan," ujarnya.

Sebelumnya, Saiful Mahdi divonis bersalah berdasarkan hasil kasasi Mahkamah Agung. Ia dijebloskan ke penjara karena kritikannya di grup whatsapp internal civitas Unsyiah terkait pengadaan CPNS di kampusnya. Ia dilaporkan oleh petinggi kampus dengan pelanggaran UU ITE. Ia kemudian mendapatkan amnesti dari Presiden Joko Widodo sehingga resmi bebas dari penjara.

 

56 Pegawai KPK Akan Diberhentikan, Komnas HAM: Tanggal 30 Ada Peristiwa dan Identik dengan PKI

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati