logo


Viral Mahasiswa Dibanting Polisi di Tangerang, Begini Kondisinya

Faris mengaku kondisinya biasa saja, agak sedikit pegal.

13 Oktober 2021 19:42 WIB

Mahasiswa dibanting polisi di Tangerang
Mahasiswa dibanting polisi di Tangerang twitter.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Media sosial baru saja dihebohkan video singkat yang menampilkan anggota kepolisian membanting seorang mahasiswa ke trotoar hingga kejang-kejang.

Kejadian itu berlangsung di tengah bentrok antara massa aksi peringatan HUT ke-389 Kabupaten Tangerang, Rabu (13/10/2021).

Sebagaimana video itu, terlihat leher seorang mahasiswa dipiting oleh polisi berbaju hitam. Mahasiswa itu digiring ke trotoar kemudian dibanting. Setelah itu, mahasiswa tersebut ditinggalkan oleh sang pelaku.


Didemo BEM SI, KPK: Kami Tidak Ingin Berdinamika Menanggapi

Tak lama kemudian mahasiswa itu kejang-kejang. Polisi lain yang mengenakan rompi datang menolong. Ada yang mendudukkan mahasiswa sembari menepuk bagian punggung.

Video itu sudah tersebar di platform Twitter. Banyak pihak yang mengecam tindakan represif aparat kepada mahasiswa.

Selang beberapa waktu, video yang menampilkan klarifikasi mahasiswa bernama Faris itu beredar. Dalam video itu, Faris memastikan kondisinya sehat.

"Saya Faris dari Himata Banten. Saya nggak ayan, saya juga nggak mati, saya masih hidup," ujar Faris dalam rekaman video yang dilihat jitunews.com, Rabu (13/10).

Didampingi Wakapolres Tangerang AKBP Leonard Sinambela, Faris mengaku hanya merasakan pegal-pegal setelah dibanting siang tadi.

"Saya masih hidup, dalam keadaan biasa-biasa saja, walaupun agak sedikit pegal-pegal," jelas Faris.

"Sudah makan belum?" tanya Leonard.

"Sarapan sudah, tapi kalau makan nasi belum," jawab Faris.

"Ya udah, setelah ini makan ya. Dari mana tadi? Himata Banten. Oke... terima kasih bilang," imbuh Leonardo.

Sebelumnya, Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro membantah adanya kekerasan terkait pengamanan demo mahasiswa di depan kantor Bupati Tangerang, Banten, Rabu (13/10) siang.

Oleh karena itu, Wahyu mengimbau agar masyarakat tidak terpancing informasi hoaks.

"Jangan terpancing dengan berita hoaks. Mari sama-sama tabayun. Tugas kita sama, memberikan pelayanan kepada masyarakat, memberikan edukasi yang baik," jelasnya.

Wahyu mengungkapkan, pihaknya telah melakukan apel sebelum pengamanan demo tersebut. Ia memastikan kepolisian bakal menindak tegas oknum yang terbukti melanggar SOP.

"Sudah kita APP (beri pengarahan) dengan baik, masih ada perilaku oknum yang tidak baik tentu akan kita tindak tegas. Secara internal tetap akan saya evaluasi, Tim Propam akan melakukan evaluasi terhadap SOP mengamankan massa," tuturnya.

Kace Buat Surat Maaf ke Irjen Napoleon, Polri: Ia Takut Dianiaya Lagi

Halaman: 
Penulis : Iskandar