logo


Janji Beri Bantuan Finansial hingga $692 Juta ke Afghanistan, Jerman Masih Enggan Akui Pemerintahan Taliban

Kanselir Jerman mengatakan bahwa meski pihaknya akan mengirimkan bantuan finansial kepada Afghanistan, namun pihaknya untuk saat ini masih belum siap mengakui Taliban sebagai pemerintahan resmi di negara tersebut.

13 Oktober 2021 20:00 WIB

Kanselir Jerman Angela Merkel
Kanselir Jerman Angela Merkel istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan bahwa Berlin masih belum siap mengakui Taliban sebagai pemerintah resmi Afghanistan karena belum membentuk pemerintahan "inklusif".

"Militan Taliban tidak membentuk pemerintahan inklusif yang dibutuhkan oleh masyarakat internasional," kata sang kanselir pada Selasa (12/10), dikutip RT.com.

Meski demikian, ia berjanji jika Jerman akan mengirimkan bantuan finansial senilai €600 juta ($692 juta) kepada Afghanistan, bersama dengan Uni Eropa. Bantuan finansial tersebut untuk mencegah keruntuhan perekonomian Afghanistan.


Tingkatkan Aktivitas Militer di Dekat Taiwan, China: Ditujukan untuk Melawan Gerakan Separatis

Sementara itu, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan bahwa blok tersebut akan memberikan "Paket Dukungan Afghanistan" senilai € 1 miliar ($ 1,2 miliar) sebagai bagian dari "inisiatif solidaritas global," dan meminta negara-negara anggota untuk ikut berkontribusi."

Sehari sebelumnya, Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan bahwa Uni Eropa perlu bekerja untuk mencegah krisis pengungsi dari Afghanistan dengan mencegah kemungkinan keruntuhan ekonomi negara tersebut tanpa harus memberikan pengakuan terhadap pemerintahan Taliban.

“Kami pikir kami akan mengalami krisis [migrasi] akut karena Afghanistan, tetapi itu belum terjadi. Dan itu tidak akan terjadi jika kami mencegah keruntuhan ekonomi negara tersebut. 75% dari anggaran Afghanistan berasal dari transfer luar negeri dan sekarang itu semua sudah dibekukan. Keruntuhan ekonomi dapat terjadi. Kita harus mencegahnya, tanpa mengakui atau mendukung pemerintah seperti itu," kata Borrell dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Spanyol El Pais, yang diterbitkan pada Senin (11/10).

Ancaman Nyata Timur Tengah Bukan Ambisi Nuklir Iran, Tapi Senjata Nuklir Israel

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia