logo


Taliban Copot Para "Penjahat" di Kabinet Pemerintahan Sementara Afghanistan

Juru bicara Taliban mengatakan jika pihaknya sudah mencopot sejumlah pejabat yang sebelumnya terbukti melakukan tindak kejahatan

13 Oktober 2021 11:00 WIB

Taliban
Taliban twitter.com

KABUL, JITUNEWS.COM - Taliban tidak akan mencopot sejumlah menteri dari kabinet pemerintahan Afghanistan meski mereka saat ini masih berada di bawah ancaman sanksi AS dan PBB. Juru bicara Taliban, Mohammad Naeem menjelaskan jika sejumlah pejabat yang dicopot tersebut hanyalah mereka yang sebelumnya telah melakukan tindak kejahatan

"Ini pembersihan di Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertahanan dari orang-orang yang telah menodai diri mereka dengan kejahatan," kata Mohammad Naeem kepada Sputniknews pada Selasa (12/10), setelah Taliban mengadakan pertemuan dengan perwakilan Uni Eropa dan AS di Doha, Qatar.

Pada Senin awal pekan ini, dilaporkan bahwa pemerintah sementara Afghanistan mengadakan pertemuan yang mana pada pertemuan tersebut mereka memutuskan untuk mengusir "orang-orang yang tidak diinginkan" dari kabinet.


Partainya Kalah Pemilu Legislatif, PM Norwegia Mengundurkan Diri

Menurut Naeem, bukan berarti pejabat yang dicopot tersebut merupakan individu yang berada di bawah sanksi AS atau PBB.

“Ada pegawai di Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertahanan yang mencuri uang dari orang, melakukan kejahatan, dan setelah itu mengatakan bahwa mereka milik Taliban, mereka perlu dicopot dari jajaran kementerian ini agar mereka tidak melemparkan kesalahan terhadap kelompok (Taliban), tapi ini tidak hanya menteri di pemerintahan," jelasnya.

Negara Barat Enggan Cairkan Aset Afghanistan, Taliban: Itu Hak Rakyat Kami

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia