logo


Negara Barat Enggan Cairkan Aset Afghanistan, Taliban: Itu Hak Rakyat Kami

Juru bicara Taliban mengatakan jika negara-negara barat sejauh ini masih belum bersedia mencairkan aset milik Afghanistan meski negara itu kini berada di ambang bencana kemanusiaan

13 Oktober 2021 10:30 WIB

Salah satu juru bicara kelompok militan Taliban, Mohammed Naeem
Salah satu juru bicara kelompok militan Taliban, Mohammed Naeem Reuters

KABUL, JITUNEWS.COM - Juru bicara Taliban, Mohammad Naeem, pada Selasa (12/10) mengatakan bahwa negara-negara barat tidak menanggapi permintaan yang diajukan oleh pemerintahan Taliban untuk mencairkan aset milik Afghanistan yang masih tersimpan di sejumlah bank di luar negeri. Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah perwakilan Taliban menggelar pertemuan dengan delegasi Uni Eropa dan Amerika Serikat di Doha, Qatar.

"Hari ini, delegasi pemerintah Afghanistan bertemu dengan perwakilan dari Amerika Serikat dan sekitar 15 negara Eropa, termasuk Norwegia, Italia, Jerman, Prancis, Inggris, Swedia. Kami membahas berbagai masalah - hak asasi manusia, hak-hak perempuan, penciptaan koridor yang aman untuk keluar masuk negara, serta mencairkan aset asing Afghanistan yang merupakan uang rakyat. Itu hak rakyat kami sehingga uang ini harus dikembalikan. Namun, kami belum menerima jawaban, mereka diam dan tidak memberikan jawaban kepada kami. Mereka menyebutkan pemberian bantuan kemanusiaan dalam jumlah tertentu, tapi itu semua solusi sementara," kata Naeem kepada media Rusia, Sputniknews.

Menurut juru bicara, ada perbedaan antara masalah kemanusiaan dan politik, tetapi ia menekankan bahwa warga sipil seharusnya tidak menderita karena urusan politik.


China Kerahkan Sistem Pertahanan S-400 ke Perbatasan, India: Ini adalah Ancaman Besar bagi Kami

Ia menambahkan jika kondisi Afghanistan saat ini berada di ambang bencana kemanusiaan besar, dan negara-negara Barat terus berbicara tentang isu-isu yang kurang fundamental, seperti pendidikan perempuan.

Menurut pemerintah Taliban, nilai aset milik Afghanistan yang telah dibekukan di bank-bank Barat mencapai USD 10 miliar.

Partainya Kalah Pemilu Legislatif, PM Norwegia Mengundurkan Diri

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia