logo


Partainya Kalah Pemilu Legislatif, PM Norwegia Mengundurkan Diri

PM Norwegia Erna Solberg mengundurkan diri dari jabatannya setelah Partai Konservatif mengalami kekalahan dari Partai Buruh dalam pemilu legislatif yang digelar pada September lalu

13 Oktober 2021 10:00 WIB

PM Norwegia Erna Solberg
PM Norwegia Erna Solberg istimewa

OSLO, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg, pada Selasa (12/10) mengatakan bahwa dia telah mengajukan surat petisi pengunduran diri pemerintahannya kepada Raja Harald V setelah Partai Konservatif yang berkuasa dikalahkan oleh Partai Buruh dalam pemilihan umum yang digelar pada September kemarin.

“Pemilihan parlemen pada 13 September 2021 mengarah pada pembentukan dasar parlementer untuk pemerintahan baru. Oleh karena itu, hari ini pada pukul 1 siang [11:00 GMT] pada pertemuan Dewan Negara, saya mengajukan surat pengunduran diri dari pemerintah," kata Solberg, seperti dikutip dalam siaran pers di situs web pemerintah Norwegia, dilansir Sputniknews.

Sekarang Raja Harald V dari Norwegia harus menugaskan Pemimpin Partai Buruh Jonas Gahr Stoere untuk membentuk kabinet baru.


Vaksin Sputnik V Bakal Segera Dapatkan Persetujuan dari WHO

Dalam pemilu yang digelar pada 13 September kemarin, Partai Buruh memperoleh 26,4% suara, atau unggul sekitar 5,9 persen dari Partai Konservatif. Pemimpin Partai Buruh Jonas Gahr Stoere dan pemimpin Partai Tengah Trygve Slagsvold Vedum sebelumnya sudah setuju untuk membentuk pemerintahan baru.

Untuk diketahui, pemilu legislatif Norwegia yang memperebutkan 169 kursi dilakukan dengan menggunakan sistem perwakilan proporsional berdasarkan daftar partai di 19 distrik. Partai Buruh telah menjadi kekuatan politik terbesar di negara tersebut selama bertahun-tahun. Sejak tahun 1960-an, partai tersebut telah berulang kali berkuasa, dan hanya pada pemilu tahun 2013 partai tersebut terpilih menjadi pihak oposisi.

China Kerahkan Sistem Pertahanan S-400 ke Perbatasan, India: Ini adalah Ancaman Besar bagi Kami

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia