logo


Jokowi Putuskan Kereta Cepat Dibiayai APBN, PKS: Menunjukkan Inkonsistensi Pemerintah

Presiden Joko Widodo memutuskan menggunakan APBN untuk membiayai kereta cepat Jakarta-Bandung

12 Oktober 2021 09:43 WIB

Mardani Ali Sera
Mardani Ali Sera Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo memutuskan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai kereta cepat Jakarta-Bandung. Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menilai hal itu menunjukkan inkonsistensi pemerintah.

"Keputusan menggunakan dana APBN utk membiayai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung kembali menunjukkan inkonsistensi pemerintah yang berpeluang besar merusak kredibilitas proyek-proyek BUMN. Dari awal sudah sesumbar tidak akan menggunakan dana APBN," kata Mardani melalui akun Twitternya, Selasa (12/10).

Mardani mengingatkan untuk berhati-hati dalam pelaksanaannya. Menurutnya, perencanaan kurang matang bisa menyebabkan pembengkakan biaya.


Hadapi Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kebut Vaksinasi Lansia

"Tidak hati-hati dalam pelaksanaan hingga merusak lingkungan, perencanaan yang kurang matang dan perhitungan biaya yang kurang komprehensif patut diduga menjadi penyebab pembengkakan biaya," sebutnya.

Dikhawatirkan proyek ini membebani pemerintah. Menurutnya, jika tidak dipertimbangkan dengan benar bisa menyebabkan kerugian.

"Ada kekhawatiran proyek ini akan membebani pemerintah. Belum lagi perkiraan minat serta keterisian pengguna terhadap proyek ini bisa saja berubah di masa pandemi Covid-19. Jika tidak dipertimbangkan dengan benar, berpotensi menyebabkan kerugian jangka panjang," katanya.

Mardani menyebut proyek ini tidak pernah luput dari masalah. Hal itu imbas dari studi kelayakan yang terburu-buru dan tidak memperhatikan analisis dampak lingkungan.

Jokowi Pilih Timsesnya Jadi Ketua Seleksi KPU, PKS: Lebih Baik Netral!

Halaman: 
Penulis : Admin