logo


MUI Sebut Penggeseran Hari Libur Keagamaan Agar Tak Berkerumun Sudah Tak Relevan

Menurut Cholil, menggeser hari libur saat kondisi kasus Covid-19 mulai mereda sudah tidak relevan

11 Oktober 2021 22:30 WIB

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI
Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI tribunnews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis, mengatakan bahwa di Indonesia banyak hari libur karena menghormati hari besar keagamaan.

"Indonesia paling banyak libur kerja karena menghormati hari besar keagamaan (HBK). Jadi libur itu mengikuti HBK bukan HBK yang mengikuti hari libur. Jika ada penggeseran hari libur ke setelah atau sebelum HBK berarti bonus karena kita memang selalu libur," kata Cholil seperti dilihat di akun Twitternya, Senin (11/10).

Menurut Cholil, menggeser hari libur saat kondisi kasus Covid-19 mulai mereda sudah tidak relevan.


Dana Pembangunan Masjid Sriwijaya Dikorupsi, MUI: Sulit Diterima Akal Sehat

"Saat WFH dan Covid-19 mulai reda bahkan hajatan nasional mulai normal sepertinya menggeser hari libur keagamaan dengan alasan agar tak banyak mobilitas lburan warga dan tidak berkerumun sudah tak relevan," katanya.

"Keputusan lama yang tak diadaptasikan dengan berlibur pada waktunya merayakan acara keagamaan," lanjutnya.

Seperti diketahui, hari libur Maulid Nabi 2021 mengalami perubahan. Awalnya hari libur Maulid Nabi 2021 ditetapkan tanggal1 9 Oktober 2021 namun bergeser menjadi 20 Oktober 2021. Penggeseran hari libur untuk mengantisipasi klaster baru Covid-19.

"Sebagai antisipasi munculnya kasus baru Covid-19, hari libur Maulid Nabi digeser 20 Oktober 2021. Maulid Nabi Muhammad Saw tetap 12 Rabiul Awal. Tahun ini bertepatan 19 Oktober 2021 M. Hari libur peringatannya yang digeser menjadi 20 Oktober 2021 M," ujar Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin dalam keterangannya di laman resmi Kemenag.

Masjid Sriwijaya Palembang Jadi Sarang Ular-Babi, MUI Sebut Bukti Buruknya Korupsi

Halaman: 
Penulis : Admin