logo


Teknologi AI China Sangat Dominan, Mantan Pejabat Pentagon Akui Pertahanan Siber AS Masih Level TK

Mantan Kepala bagian Software Pentagon mengatakan bahwa dominasi global China melalui teknologi AI atau kecerdasan buatan tidak akan mampu disaingi oleh AS bahkan dalam dua dekade ke depan

11 Oktober 2021 20:45 WIB

Ilustrasi teknologi kecerdasan buatan
Ilustrasi teknologi kecerdasan buatan istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Mantan Kepala bagian software Pentagon, Nicolas Chaillan, mengatakan bahwa China akan mendominasi dunia melalui kecanggihan teknologi AI (Artficial Intelligence) atau kecerdasan buatan, dimana AS sudah kehilangan kesempatan untuk mencegahnya.

"Kita tidak akan memiliki peluang untuk berkompetisi dengan China dalam waktu 15 hingga 20 tahun. Sekarang, ini sudah terlambat, menurut saya ini sudah selesai," kata Chaillan dalam sebuah wawancara dengan The Financial Times.

Chaillan, yang merupakan kepala software pertama untuk Angkatan Udara AS dan mengawasi upaya Pentagon untuk meningkatkan keamanan siber selama tiga tahun terakhir, mengumumkan pengunduran dirinya pada September lalu sebagai tindakan protes terhadap lambatnya kemajuan teknologi di militer Amerika Serikat.


Sepuluh Negera Uni Eropa Minta Energi Nuklir Dimasukkan dalam "Green Energy"

“Apakah diperlukan perang atau tidak, itu semacam anekdot, tetapi China, yang telah memprioritaskan kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan kemampuan siber, berada di jalur yang tepat untuk (melakukan) dominasi global dan mengendalikan segala sesuatu mulai dari narasi media hingga geopolitik," tegasnya.

Ia menilai Washington mungkin menghabiskan tiga kali lebih banyak daripada Beijing untuk sektor pertahanan, tetapi uang ini digunakan di area yang salah

"AI dan teknologi baru lainnya lebih penting untuk masa depan Amerika daripada proyek perangkat keras besar dan anggaran tinggi seperti jet tempur F-35 generasi kelima," lanjutnya.

Perusahaan China juga secara aktif bekerja sama dengan pemerintah mereka dalam AI, tetapi perusahaan AS, seperti Google, enggan bekerja dengan otoritas Amerika, tambahnya.

Chaillan juga memperingatkan jika pertahanan siber lembaga pemerintah AS masih sangat rentan dan berada di "tingkat taman kanak-kanak" di beberapa sektor.

Taliban Bilang AS Setuju Kirimkan Bantuan Kemanusiaan bagi Afghanistan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia