logo


Sepuluh Negera Uni Eropa Minta Energi Nuklir Dimasukkan dalam "Green Energy"

Permintaan tersebut dimuat dalam sebuah artikel opini yang dirilis oleh media Perancis, Le Parisien, ditengah krisis energi yang dialami oleh Eropa

11 Oktober 2021 19:44 WIB

Ilustrasi pembangkit tenaga nuklir
Ilustrasi pembangkit tenaga nuklir istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Sepuluh negara anggota Uni Eropa telah menyuarakan dukungan mereka terhadap pengembangan energi nuklir dan meminta agar energi tersebut dimasukkan dalam daftar energi yang dianggap bermanfaat bagi iklim dan lingkungan atau yang biasa disebut sebagai "green energy".

Dukungan yang diusung oleh Prancis, Rumania, Republik Ceko, Finlandia, Slovakia, Kroasia, Slovenia, Bulgaria, Polandia, dan Hongaria tersebut dimuat dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan oleh media Perancis, Le Parisien pada Minggu (10/10).

Dalam tulisan tersebut, kesepuluh negara Eropa itu mengatakan bahwa "sangat penting energi nuklir dimasukkan dalam kerangka taksonomi Eropa sebelum akhir tahun ini", karena "melindungi konsumen Eropa dari volatilitas harga" dan berkontribusi pada independensi Sumber produksi listrik UE di tengah melonjaknya harga gas.


Sebelum Masa Jabatan Berakhir, Kanselir Jerman Sempatkan Diri Kunjungi Israel

Mereka juga berpendapat bahwa pengembangan industri nuklir Uni Eropa dapat menghasilkan hampir satu juta lapangan pekerjaan berkualitas tinggi di Eropa.

Untuk diketahui, Perjanjian Hijau Eropa, yang diusulkan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen setelah dia menjabat pada Desember 2019, bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca UE menjadi nol bersih pada tahun 2050.

Iran Tuding AS Terlibat dalam Serangan Bom yang Tewaskan Puluhan Jemaat Syi'ah di Afghanistan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia