logo


Jokowi Tunjuk Luhut Pimpin Komite Kereta Cepat, Pengamat: Ada Dua Makna

penunjukkan tersebut memberi kesan bahwa Luhut memang orang yang paling dipercaya Jokowi.

11 Oktober 2021 11:40 WIB

Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan Kemenko Marves

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menyoroti keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menunjuk Luhut Binsar Panjaitan untuk memimpin Komite Kereta Cepat Jakarta - Bandung.

Menurutnya penunjukkan tersebut memberi kesan bahwa Luhut memang orang yang paling dipercaya Jokowi.

“Jokowi terkesan merasa nyaman bila pekerjaan strategis diserahkan kepada Luhut. Sepertinya ada keyakinan bagi Jokowi, semua pekerjaan yang diberikan kepada Luhut akan dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Jamiluddin di Jakarta, Senin (11/10/2021).


Ferdinand Yakin Ganjar-Luhut Bisa Menangi Pilpres 2024

“Karena itu, di masyarakat Luhut kerap disebut menteri semua urusan. Pokoknya, semua yang diurus Luhut seolah-olah akan beres,” imbuhnya.

Dia menyebut kepercayaan yang besar terhadap Luhut tentu dapat memberi kesan kurang baik terhadap kabinet Presiden Jokowi.

Hal ini dinilainya bisa membuat anggota kabinet lain tidak berkenan atas kepercayaan yang berlebihan kepada Luhut.

“Terutama anggota kabinet yang kemampuannya lebih baik daripada Luhut,” katanya.

Selain itu, kepercayaan Jokowi yang begitu besar kepada Luhut juga dapat memberi dua makna.

Pertama, Luhut diberi banyak jabatan karena Jokowi kemungkinan menilainya memiliki banyak bakat (multitalenta).

Dalam hal ini, Luhut dianggap sosok serba bisa untuk memimpin lembaga berbagai bidang, dan Jokowi yakin akan berhasil.

“Memang beberapa tugas yang diberikan Jokowi kepada Luhut ada hasilnya. Salah satunya, Luhut dinilai berhasil memimpin penanganan pandemi Covid-19 di Jawa dan Bali,” kata Jamiluddin.

Kedua, Luhut ditunjuk memimpin berbagai bidang bisa jadi untuk menjadi bumper pemimpin yang sesungguhnya.

Menurutnya Luhut kemungkinan dianggap sosok yang mampu menutupi kekurangan dan melindungi pemimpinnya.

“Masyarakat tentu dapat menilai sendiri Luhut masuk klasifikasi pemimpin yang mana. Pemimpin yang memang serba bisa atau pemimpin yang dapat menutupi kekurangan pemimpinnya (bumper),” pungkasnya.

Bantah Deklarasi Relawan LBP, Jubir: Luhut Nggak Ada Niat untuk Nyapres

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar