logo


Rusia Desak Uni Eropa Berikan Ijin untuk Vaksin Sputnik V

Meski sudah digunakan oleh 70 negara di seluruh dunia, namun vaksin Sputnik V masih belum mendapatkan ijin atau sertifikasi dari Badan Pengawas Obat Uni Eropa (EMA)

11 Oktober 2021 11:30 WIB

Vaksin Sputnik V buatan Rusia
Vaksin Sputnik V buatan Rusia istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Menteri luar negeri Rusia, Sergey Lavrov, pada Minggu (10/10) mendesak Uni Eropa untuk bertindak secara wajar terkait pemberian ijin vaksin Sputnik V.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Rusia mengatakan kepada media bahwa mereka telah menyerahkan dokumen kepada Uni Eropa untuk saling memberikan persetujuan atas sertifikat vaksinasi virus corona, baik buatan Rusia maupun buatan negara Uni Eropa.

"Kami melihat sikap bias dan politis mereka terhadap vaksin Rusia," kata Sergey Lavrov pada konferensi pers di Serbia.


Taiwan Tak Akan Tunduk pada Tekanan China

Lavrov menambahkan bahwa dia berharap "akal sehat akan menang."

Diplomat top Rusia itu berkunjung ke Belgrade dan bertemu dengan Presiden Serbia Aleksandar Vucic, yang berterima kasih kepada Rusia atas kontribusinya dalam memerangi pandemi virus corona.

"Kami menerima komponen pertama dan kedua dari vaksin Sputnik V selama krisis Covid... Kami ingat siapa yang mendukung kami selama masa-masa sulit ini," kata Vucic kepada wartawan.

Serbia sendiri sudah mulai memproduksi vaksin Sputnik V untuk penggunaan domestiknya pada bulan Juni kemarin.

Sementara itu, meski sudah digunakan oleh 70 negara di seluruh dunia, namun vaksin Sputnik V masih belum mendapatkan ijin atau sertifikasi dari Badan Pengawas Obat Uni Eropa (EMA).

Jurnal medis The Lancet sebelumnya juga sudah merilis data yang menyatakan jika vaksin buatan Institut Gamaleya tersebut memiliki tingkat efikasi mencapai 97,6 persen.

Eropa Alami Krisis Gas Alam, Serbia: Kami Sangat Berterima Kasih kepada Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia