logo


Waduh, Menelantarkan Disebut Mendidik Oleh Ortu AD

Dalam pemeriksaan orang tua AD disimpulkan sengaja membebaskan anak laki-laki (AD) satu-satunya itu.

15 Mei 2015 13:50 WIB

Polisi evakuasi bocah di rumah mewah Cibubur (Via : Istimewa )
Polisi evakuasi bocah di rumah mewah Cibubur (Via : Istimewa )

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polda Metro Jaya telah memeriksa Utomo dan Nurindria, selaku orang tua yang diduga menelantarkan lima anaknya termasuk AD. Selama satu kali 24 jam diperiksa kepolisian, kedua orang tua itu berkali-kali membantah kalau mereka telah menelantarkan anaknya. 

Kanit I Subdit Jatarnas Direskrimum Polda Metro Jaya Komisaris, Budi Towuliu mengatakan, "kan kalau kata dia anaknya nakal, makanya dihukum. Nah kita belum tahu kenapa anaknya itu nakal, kok orang tuanya bisa sampai engga kasih masuk ke rumah sebulan. Itu yang masih kita dalami lebih lanjut," ungkapnya. 

Menurut Budi, selama pemeriksaan yang berlansung dari Kamis sore hingga malam, kedua orang tua AD bisa menjawab pertanyaan dengan lancar. Dari jawaban tersebut terlihat bahwa mereka memang sengaja membebaskan anak laki-laki (AD) satu-satunya itu. 


Heboh Pernyataan Berenang Dapat Menyebabkan Kehamilan, Jubir Istana Angkat Bicara

"Sama anak laki-lakinya orang tua ini kelihatannya agak cuek, tapi pas ditanya soal anak-anak perempuannya orang tuanya kesal. Kenapa sampai dipisah, mereka takut anak perempuannya terjadi apa-apa," tambah Budi. 

Menurut Seketaris KPAI, Erlinda, kedua orang tuanya normal alias tidak ada gangguan kejiwaan. Erlinda melihat bahwa mereka memiliki pandangan yang berbeda dari pandangan umum tentang cara merawat dan mengasuh anak.

Sebelumnya diberitakan, Utomo dan Nurindria diduga menelantarkan kelima anaknya, yang dilaporkan oleh tetangga mereka yang berada di Perumahan Citra Gran Cibubur, Bekasi. Dari laporan KPAI bersama Kementrian Sosial, polisi pun mendatangi rumah Utomo tersebut diperumahan nasional di wilayah Bekasi tersebut. 

Terkait Pencopotan Dirinya, Sitti Hikmawatty Menduga Ada Motif Lain

Halaman: 
Penulis : Adinda Purnama Rachmani, Vicky Anggriawan