logo


Eropa Alami Krisis Gas Alam, Serbia: Kami Sangat Berterima Kasih kepada Rusia

Presiden Serbia memperkirakan jika krisis pasokan gas alam Eropa akan tetap berlangsung hingga enam bulan ke depan

11 Oktober 2021 10:30 WIB

Tambang gas alam
Tambang gas alam istimewa

BELGRADE, JITUNEWS.COM - Presiden Serbia Aleksandar Vucic pada Minggu (10/10) memperkirakan bahwa Eropa akan mengalami krisis pasokan gas alam setidaknya selama enam bulan ke depan.

“Krisis ini tidak akan berakhir dengan sendirinya dalam enam bulan ke depan dan mungkin lebih lama. Mungkin perlu dua tahun untuk menyelesaikannya,” kata Vucic pada konferensi pers setelah menjamu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, dikutip Sputniknews.

Vucic menyarankan bahwa kekurangan gas berasal dari ketergantungan Eropa yang berlebihan pada sumber energi terbarukan dan keengganannya untuk mencapai kesepakatan pasokan jangka panjang dengan Rusia.


Pakar Kesehatan AS Prediksi Angka Kasus Kematian Covid-19 di Musim Dingin Akan Menurun

"Mereka tidak menandatangani perjanjian jangka panjang. Dengan siapa Anda bisa menandatangani perjanjian jangka panjang, kecuali Rusia tentu saja? Dan mengapa mereka tidak melakukan ini? Karena alasan politik, bukan ekonomi," katanya.

Awal pekan ini, harga gas berjangka di Eropa memecahkan rekor baru, melebihi $1.900 per 1.000 meter kubik.

"Kami sangat berterima kasih kepada Rusia atas bantuannya dalam menjaga stabilitas energi dan keamanan negara kami," kata presiden Serbia itu.

Serbia diketahui sudah menggantungkan pasokan gas alam mereka dari Rusia, dimana Raksasa energi Rusia Gazprom mengekspor 2,2 miliar meter kubik gas ke Serbia pada 2018 lalu.

Taiwan Tak Akan Tunduk pada Tekanan China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia