logo


Hadiri Deklarasi Kelurahan Damai Tipes, Gibran Sebut Produktivitas Ekonomi Jadi Kunci Tangani Intoleransi

Gibran mendukung kegiatan yang bersifat menumbuhkan rasa toleransi antarsesama.

10 Oktober 2021 04:45 WIB

Yenny Wahid dan Gibran dalam acara Deklarasi Kelurahan Damai Tipes, Solo pada Sabtu (9/10)
Yenny Wahid dan Gibran dalam acara Deklarasi Kelurahan Damai Tipes, Solo pada Sabtu (9/10) Prokompim Pemkot Solo

SOLO, JITUNEWS.COM – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menghadiri acara Deklarasi Kelurahan Damai Tipes di Taman Pringgodani, Sabtu (9/10). Kegiatan ini mengambil tema "Tipes Toleransi Damai Berkeadilan".

Gibran datang bersama Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, UN Women Dwi Yuliawati Faiz, serta Direktur Wahid Fundation, Yenny Wahid.

Dia menyatakan Pemkot Solo sangat mendukung kegiatan ini dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi, khususnya di Kota Solo. Terlebih penerapan PPKM di Solo saat ini turun ke level 2 (dua) dengan capaian vaksinansi 121%.


Ferdinand Yakin Ganjar-Luhut Bisa Menangi Pilpres 2024

“Jadi acara-acara seperti ini kami dukung sekali. Apalagi kita sedang menjalankan pemulihan ekonomi dan ini pasti melibatkan semua pihak. Saya yakin kalau semuanya produktif dalam menjalankan roda ekonomi ini otomatis kejadian seperti kasus intoleransi pasti akan sangat berkurang,” ujar Gibran di lokasi acara.

“Kalau dari pemkot sebagai kepala daerah, intervensi di sisi ekonominya. Adanya dukungan ini semakin menguatkan kita juga,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Wahid Fundation Yenny Wahid menjelaskan, Desa Damai adalah program yang diinisiasi oleh Wahid Fundation yang bekerjasama dengan UN Women.

UN Women sendiri punya mandat untuk menyejahterakan masyarakat melalui para aktor perempuan sebagai agen perdamaian.

“Kita melakukan langkah-langkah sinergis agar bisa sama-sama membangun masyarakat secara komperhensif. Untuk membangun kesejahteraan masyarakat Solo, tentunya harus disiapkan fondasi dengan masyarakat yang rukun,” tuturnya.

“Sehingga ketika masyarakat bisa menghargai perbedaan dan bisa rukun maka lebih mudah untuk melakukan kerja-kerja produktif,” sambung Yenny.

Yenny mengungkapkan pihaknya ingin membangun sinergi dengan mempersiapkan landasan masyarakat yang harmonis untuk mencapai kesejahteraan bersama.“Syarat utamanya adalah kerukunan, penghormatan sesama lain, serta tidak ada konflik,” jelas dia.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambahkan, program desa damai yang digagas Wahid Foundation dan UN Women bisa digabungkan dengan program desa inklusif yang telah berjalan di Jawa Tengah.

Ganjar yakin pergerakan tersebut bisa mendorong terwujudnya pembangunan Indonesia yang lebih cerah.

“Bagus sekali ya, kalau seluruh desa kita bisa bikin kegiatan seperti ini. Maka Insyaallah desa-desa itu akan jauh lebih nyaman, mereka akan rukun dan di Tipes, Solo ini menjadi contoh,” kata Ganjar.

Kembang Tahu Instan Berhasil Curi Perhatian Gibran

Halaman: 
Penulis : Iskandar