logo


Diancam Dibunuh, Tommy Sumardi Dituding Biang Keladi Tertangkapnya Irjen Napoleon

Tommy bersedia membuat rekaman keterangan karena takut dibunuh oleh Ijen Napoleon.

8 Oktober 2021 05:00 WIB

Irjen Pol Napoleon Bonaparte saat menjabat Sekretaris NCB Interpol
Irjen Pol Napoleon Bonaparte saat menjabat Sekretaris NCB Interpol kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tersangka kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Tommy Sumardi mengaku mendapat intimidasi oleh Irjen Napleon di Rutan Bareskrim. Ia diancam dibunuh karena dianggap sebagai biang keladi tertangkapnya Irjen Napoleon.

"Diancam lewat orang, diancam dibunuh, lewat pengakuan pak Tommy ya, (dikabarkan) lewat tahanan yang lain, pas masuk (rutan) diancam dibunuh," kata kuasa hukum Tommy Sumardi, Dion Pongkor seperti dilansir detikcom, Kamis (7/10/2021).

"Ya kan dianggap dia (Irjen Napoleon) masuk (rutan) karena pengakuan Pak Tommy kan," sambungnya.


Ungkap Irjen Napoleon Bisa Masuk ke Sel Muhammad Kace, Polisi: Pasti Dituruti oleh Petugas Jaga

Dion mengatakan bahwa kliennya tidak dianiaya di dalam rutan, hanya diancam akan dibunuh. Ia juga mengatakan bahwa Tommy diminta membuat rekaman yang berisi keterangan sesuai arahan Irjen Napoleon.

Meski tidak dijelaskan secara detail rekaman apa yang dimaksud, Dion mengatakan bahwa Tommy bersedia membuat rekaman tersebut karena takut dibunuh oleh Ijen Napoleon.

"Ngomong sesuai di rekaman itu, dia diancam, di bawah tekanan, jadi dia ikutin aja maunya Pak Napo (Napoleon), tapi kan fakta persidangan nggak berubah, makanya tetap dihukum," jelasnya.

Soal Penjaga Tahanan Turuti Permintaan Napoleon, Kompolnas: Apakah Ada Tekanan, Ancaman, atau Suap

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati