logo


Puan Terima Surpres RUU IKN, PKS: Terlalu Memaksakan Diri

Bukhori meminta kepada pemerintah agar menggunakan akal sehat dalam menyikapi pemindahan ibu kota negara.

5 Oktober 2021 14:00 WIB

Ibu kota negara di Kaltim
Ibu kota negara di Kaltim pasardana.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPR RI, Puan Maharani mengatakan bahwa pihaknya telah menerima Surat Presiden (Surpres) terkait Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara (RUU IKN). Ia menyebut Surpres tersebut diterimanya dari pemerintah melalui Mensesneg Pratikno dan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

Sementara itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukhori Yusuf mengatakan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahas RUU IKN. Ia menyebut terlalu memaksakan membahas sesuatu yang belum menjadi prioritas di masa pandemi Covid-19.

"PKS masih melihat bahwa ini belum menjadi prioritas di masa sekarang, terlalu memaksakan diri untuk kemudian membahas sebuah rancangan," kata Bukhori di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/10/2021).


Bantah Serang Ganjar Demi Uang Rp5 M, Motif Natalius Pigai Sebenarnya Ini

Bukhori mengatakan bahwa sebuah undang-undang harusnya memberikan solusi terhadap berbagai masalahan. Namun menurutnya pembahasan RUU IKN belum bisa memberikan kepastian kesejahteraan bagi rakyat.

Ia menilai pemindahan ibu kota bukan solusi terhadap masalah utama yang tengah dihadapi rakyat saat ini seperti pengangguran, lapangan kerja,ekonomi, dan penegakan hukum.

"Empat isu besar terkait ekonomi dan seterusnya tadi, apa solusinya dengan pemindahan ibu kota? Saya kira ketiga hal itu tadi bisa menjawab," ujarnya.

Lebih lanjut, Bukhori meminta kepada pemerintah agar menggunakan akal sehat dalam menyikapi pemindahan ibu kota negara.

"Pemerintah juga harus menggunakan akal sehat dan sikap yang wise atau bijak untuk menyikapi segala persoalan, khususnya pemindahan IKN. Pertanyaannya, apakah itu menjadi prioritas kita, khususnya di saat negara sedang mengalami kontraksi serius terkait masalah ekonomi," pungkasnya.

 

Bantah 'Digunakan Puan untuk Hancurkan Ganjar', Pigai: Saya Kritik Tidak Ada Kaitan dengan PDIP

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati