logo


Peluncuran Rudalnya Jadi Bahan Pembahasan Dewan Keamanan PBB, Korut Ancam Beri Konsekuensi

Korea Utara mengecam tindakan Dewan Keamanan PBB yang secara tertutup menggelar pembahasan mengenai uji coba peluncuran rudalnya

4 Oktober 2021 17:00 WIB

Kim Jong-un
Kim Jong-un nikkei

PYONGYANG, JITUNEWS.COM - Pemerintah Korea Utara telah memperingatkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang "konsekuensi" jika badan tersebut terus menggantungkan diri pada "pendekatan" bermusuhan AS terhadap Pyongyang.

Dewan Keamanan PBB pada 1 Oktober kemarin telah mengadakan pertemuan secara tertutup menyusul permintaan dari Amerika Serikat sejumlah negara, guna membahas mengenai uji coba peluncuran rudal Korea Utara baru-baru ini.

Mengutip pernyataan Direktur Departemen Organisasi Internasional Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Jo Chol Su, Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan "provokasi" yang dapat merusak kedaulatan Korea Utara.


Tingkatkan Ketegangan Kawasan, Turki Kecam Rencana Eksplorasi Migas di Dekat Pantai Siprus

Pyongyang juga meyakini jika Dewan Keamanan PBB telah menerapkan standar ganda dan bersikap tidak fair terhadap mereka.

Pada 1 Oktober, Korea Utara mengumumkan telah melakukan uji coba rudal anti-pesawat yang baru-baru ini mereka kembangkan. Menyusul laporan tersebut, pejabat senior pertahanan dari Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan mengadakan panggilan untuk membahas masalah tersebut.

Duta Besar Korea Utara untuk PBB Kim Song sebelumnya mengatakan di Majelis Umum PBB ke-76 di New York bahwa negaranya diizinkan untuk mempertahankan diri dan menguji senjata untuk melawan agresi eksternal, tetapi Korea Utara tidak akan membahayakan tetangganya dan Amerika Serikat. Sang Duta Besar juga mencatat bahwa Pyongyang siap untuk berdialog jika AS menghentikan kebijakan "bermusuhan" dan menghentikan latihan militer di Semenanjung Korea.

Selama sebulan terakhir, Pyongyang telah menguji coba beberapa rudal, termasuk rudal hipersonik Hwasong-8 dan rudal anti-pesawat yang baru dikembangkan. Tindakan ini dikritik keras oleh negara-negara Barat, termasuk AS yang berulang kali menuding Korea Utara berupaya merusak keamanan dan perdamaian di kawasan.

Diplomatnya Diusir dari Bulgaria, Dubes Rusia Salahkan AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia