logo


Ditawati Jadi ASN Polri, Harga Diri Novel Baswedan Diuji?

Novel ketika berada di KPK kerap 'menyerang' institusi Polri.

2 Oktober 2021 09:20 WIB

Novel Baswedan.
Novel Baswedan. Dok. Detik.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Tawaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Novel Baswedan dan 56 mantan pegawai KPK lainnya untuk menjadi ASN Polri diartikan sebagai uji harga diri dan kehormatan. Begitu pendapat dari pengamat Rudi S Kamri.

Rudi mengingatkan tentang kiprah Novel di institusi Polri hingga menjadi penyidik KPK. Dia mengungkit ulah Novel yang dulunya kerap mengkritisi kepolisian.

“Dia keluar dari anggota Polri memilih jadi penyidik di KPK. Dan kita ingat, Novel Baswedan ini selalu dan selalu menyerang institusi Polri berulang dan berulang. Sering sekali,” kata Rudi dalam video yang tayang di akun YouTube Kanal Anak Bangsa, Jumat malam (1/10).


Novel Baswedan dkk Dipecat KPK, Buya Syafii: Terasa Seperti Ada Dimensi Politik

Oleh karena itu, Rudi heran dengan langkah Kapolri yang ingin merekrut Novel. “Apakah tidak akan menjadi duri dalam daging di Polri ya?,” ujarnya.

Di sisi lain, Rudi menganggap tawaran Kapolri kepada Novel dkk hanya untuk menguji harga diri merka.

“Ini bagi saya lebih pada pukulan telak dari Kapolri untuk mengetes atau menguji harga diri dan kehormatan seorang Novel Baswedan,” jelas dia.

Rudi mengatakan Novel akan dianggap menjilat ludah sendiri jika bersedia menerima tawaran dari Kapolri tersebut.

“Kalau menurut saya, kalau Novel Baswedan mau menerima tawaran Kapolri artinya dia sudah menjilat ludah sendiri dan menurunkan harga dirinya,” kata Rudi.

“Dia menjadi manusia sampah menurut saya. Karena apa? karena sudah sering menjelek-jelekan institusi Polri, kemudian menerima begitu saja. Ini integritasnya dan kredibilitasnya di mana?” tegasnya.

Siap Ditempatkan Dimana Saja, Novel dkk Beri Syarat Ini

Halaman: 
Penulis : Iskandar