logo


Jadwal Operasional Nord Stream 2 Tak Terpengaruh Pergantian Kabinet Pemerintahan Jerman

Juru bicara pemerintah Rusia mengatakan bahwa pergantian kabinet pemerintahan Jerman tidak akan terlalu berdampak terhadap operasional jalur pipa gas Nord Stream 2

1 Oktober 2021 20:45 WIB

Jalur pipa gas Rusia-Jerman Nord Stream 2
Jalur pipa gas Rusia-Jerman Nord Stream 2 istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa pergantian pemerintahan di Jerman tidak akan berdampak terhadap jadwal operasional jalur pipa gas Nord Stream 2.

"Semua lembaga Jerman tetap beroperasi, termasuk yang akan mengesahkan proyek ini. Tidak ada jeda, pekerjaan berlanjut dalam mode biasa. Kami telah mengatakan bahwa skenario yang berbeda mungkin terjadi, ada yang cepat, ada yang lebih lambat," kata Peskov kepada para wartawan, dilansir Sputniknews.

Pada 10 September lalu, perusahaan energi asal Rusia, Gazprom, telah mengumumkan bahwa pembangunan jalur pipa gas Nord Stream 2 telah selesai. Mereka menambahkan bahwa pasokan gas pertama ke negara-negara Eropa dapat dimulai pada akhir tahun ini.


Lancarkan Serangan Udara terhadap Al Qaeda di Suriah, Pentagon: Tidak Ada Indikasi Korban Sipil

Namun, proyek tersebut harus disertifikasi secara resmi oleh otoritas Jerman. Sementara itu, Berlin sedang mengalami pergantian kabinet, dan beberapa pihak sedang merundingkan pemerintahan koalisi baru setelah pemilihan umum 26 September kemarin.

Untuk diketahui, Nord Stream 2 adalah jalur pipa gas yang dioperasikan oleh perusahaan joint venture antara Gazprom, Royal Dutch Shell, OMV, Engie, Uniper, dan Wintershall. Pipa kembar sepanjang 745 mil tersebut dirancang untuk mengirimkan gas alam dari Rusia ke Jerman melintasi Laut Baltik.

 

Polemik Kapal Selam Nuklir, Uni Eropa Tunda Negosiasi Perdagangan Bebas dengan Australia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia