logo


Lancarkan Serangan Udara terhadap Al Qaeda di Suriah, Pentagon: Tidak Ada Indikasi Korban Sipil

Pentagon mengklaim serangan udara AS di wilayah Idlib, Suriah pada bulan September kemarin telah menewaskan anggota teroris Al Qaeda dan tidak ada warga sipil yang ikut menjadi korban

1 Oktober 2021 20:00 WIB

Pentagon
Pentagon reuters

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Kantor Kementerian Pertahanan AS, Pentagon, mengklaim jika 20 serangan udara mereka di provinsi Idlib, Suriah, telah menewaskan pemimpin kelompok teroris Al Qaeda, Salim Abu Ahmad, dan menegaskan bahwa tidak ada warga sipil yang menjadi korban dalam serangan udara tersebut. Wilayah Idlib sendiri saat ini dikuasai oleh sejumlah kelompok militan yang mendapat dukungan dari militer Turki.

Pusat Komando Militer AS (CENTCOM), pada Kamis (30/9) mengumumkan bahwa mereka sudah menggelar serangan kontra-terorisme yang mengincar kelompok teroris Al Qaeda, yang beroperasi di Suriah.

"Indikasi awal adalah bahwa kami menyerang individu yang kami tuju, dan tidak ada indikasi korban sipil akibat serangan itu," kata Letnan Angkatan Laut Josie Lynne Lenny, juru bicara CENTCOM, kepada awak media, dikutip RT.com.


Mulai November, Australia Cabut Aturan Pembatasan Perjalanan Internasional

Menurut keterangan seorang pejabat Pentagon kepada FOX News, Abu Ahmad bertanggung jawab atas perencanaan, pendanaan serangan-serangan Al Qaeda di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, AS juga melancarkan serangan udara terhadap kelompok teroris ISIS di Afghanistan pada 28 Agustus lalu. CENTCOM awalnya mengklaim jika serangan tersebut menewaskan anggota ISIS dan tidak menimbulkan korban jiwa dari warga sipil.

Namun, dua pekan setelah serangan tersebut dilancarkan, AS baru mengakui jika mereka telah melakukan kesalahan, dimana serangan udaranya justru menewaskan sepuluh orang warga sipil, termasuk tujuh orang anak kecil. Sayangnya, tidak ada satu pun anggota teroris yang tewas dalam serangan tersebut.

 

Dicurigai Terlibat Korupsi, Gubernur New South Wales Mendadak Resign

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia