logo


Dicurigai Terlibat Korupsi, Gubernur New South Wales Mendadak Resign

Gubernur New South Wales, Gladys Berejiklian, memutuskan mengundurkan diri pada Jumat (1/10)

1 Oktober 2021 19:27 WIB

Gubernur New South Wales, Gladys Berejiklian
Gubernur New South Wales, Gladys Berejiklian Al Jazeera

SYDNEY, JITUNEWS.COM - Gubernur Negara Bagian New South Wales, Australia, Gladys Berejiklian, secara mendadak memutuskan untuk mengundurkan diri sesaat sebelum sebuah lembaga anti-korupsi Australia (ICAC) menggelar investigasi terkait potensi adanya konflik kepentingan yang menyeret nama Berejiklian dengan sejumlah lembaga antara tahun 2012 hingga 2018 lalu.

“Satu-satunya penyesalan saya adalah tidak dapat menyelesaikan pekerjaan untuk memastikan warga New South Wales bertransisi untuk hidup bebas dengan Covid,” kata Berejiklian pada Jumat (1/10), dikutip RT.com.

"Pengunduran diri saya sebagai gubernur tidak dapat terjadi pada waktu yang lebih buruk, tetapi waktunya benar-benar di luar kendali saya karena ICAC telah memilih untuk mengambil tindakan ini selama minggu-minggu paling menantang dari masa-masa paling menantang dalam sejarah NSW (New South Wales)," tambahnya. .


Hubungan Teheran-Baku Memanas, Militer Iran Malah Gelar Latihan Perang di Perbatasan Azerbaijan

Sebelumnya, ICAC mengatakan akan menyelidiki potensi konflik kepentingan terkait dengan hibah publik yang diberikan kepada organisasi tertentu antara 2012 dan 2018, beberapa di antaranya terjadi sebelum Berejiklian menjabat sebagai gubernur New South Wales. Lembaga pengawas korupsi tersebut akan mengadakan dengar pendapat publik akhir bulan ini untuk menyelidiki masalah ini lebih lanjut.

Investigasi awalnya berpusat pada mantan legislator NSW Daryl Maguire, yang dituding memiliki hubungan pribadi "rahasia" dengan Berejiklian. Sehingga, lembaga tersebut mencurigai jika Berejiklian mungkin "terlibat dalam perilaku yang merupakan ... pelanggaran kepercayaan publik" dengan ikut menyalurkan dana pemerintah ke dalam organisasi di distrik Maguire.

Maguire, yang sebelumnya menjabat bersama Berejiklian di Partai Liberal negara bagian itu, mengundurkan diri pada 2018 karena serangkaian tuduhan korupsi terkait dengan kesepakatan properti dengan pengembang luar negeri.

Mulai November, Australia Cabut Aturan Pembatasan Perjalanan Internasional

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia