logo


Kim Jong-un Buka Peluang Rekonsiliasi Korut-Korsel

Kim Jong-un bersedia memulihkan komunikasi antara Korea Utara dan Korea Selatan

1 Oktober 2021 12:30 WIB

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un istimewa

SEOUL, JITUNEWS.COM - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengaku bersedia untuk memulihkan komunikasi vital dengan negara tentangganya, Korea Selatan, bahkan membuka peluang untuk tawaran rekonsiliasi.

Sebelumnya, Pyongyang memutuskan sambungan telepon dengan Seoul pada bulan Agustus kemarin sebagai protes atas digelarnya latihan militer gabungan Korea Selatan-AS.

"[Kim Jong-un] menyatakan niat untuk memastikan bahwa jalur komunikasi Utara-Selatan yang telah terputus karena hubungan antar-Korea yang memburuk dipulihkan pertama kali dari awal Oktober," demikian laporan media milik pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Kamis (30/9).


Petinggi Militer India Prediksi Insiden di Perbatasan dengan China Akan Terus Terulang

"[Tapi] itu tergantung pada sikap otoritas Korea Selatan apakah hubungan antar-Korea akan dipulihkan atau terus memperburuk keadaan saat ini," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Unifikasi Korea Selatan, Lee In-young, pada Rabu (29/9) mengatakan bahwa pernyataan berakhirnya perang antara Seoul dan Pyongyang akan menjadi langkah besar untuk membangun kembali perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

"Sikap pemerintah kami telah diperjelas terus-menerus bahwa menyatakan diakhirinya perang adalah pintu masuk menuju perdamaian dan bisa menjadi langkah yang sangat berarti yang berfungsi sebagai katalis untuk denuklirisasi," kata Lee pada konferensi pers di Bandara Internasional Incheon Seoul, dilansir dari Yonhap News.

"Membuat deklarasi akhir perang bisa menjadi langkah yang sangat berguna dan berarti yang akan membantu Korea Selatan dan Utara, Korea Utara dan AS, dan bahkan negara-negara terkait lainnya ... membentuk rasa saling percaya, dan mendorong upaya bergerak menuju perdamaian dan kerja sama," tambah Lee.

 

Dianggap Ikut Campur dalam Konflik Tigray, Tujuh Pejabat Senior PBB Diusir dari Ethiopia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia