logo


Petinggi Militer India Prediksi Insiden di Perbatasan dengan China Akan Terus Terulang

Kepala Staf Militer India menyebut jika insiden pelanggaran di wilayah perbatasan India-China akan terus terulang hingga kedua belah negara menyelesaikan sengketa wilayah perbatasan

30 September 2021 22:00 WIB

Pasukan India dan China di wilayah perbatasan
Pasukan India dan China di wilayah perbatasan istimewa

NEW DELHI, JITUNEWS.COM - Kepala Staf Militer India, Jenderal Manoj Mukund Naravane, pada Kamis (30/9) mengatakan bahwa insiden pelanggaran wilayah perbatasan (LAC) oleh pasukan China di pegunungan Himalaya akan terus terjadi. Untuk itu, ia menegaskan bahwa militer India sudah siap untuk menghadapinya.

“Seperti tetangga [China] yang juga prihatin jika kita akan kembali menghadapi masalah perbatasan; kami siap untuk menghadapi kesalahan apa pun yang mungkin terjadi. Hal-hal seperti itu akan terjadi selama sengketa perbatasan tidak diselesaikan, dan itu adalah upaya jangka panjang,” kata Naravane, dikutip Sputniknews.

Ia menggarisbawahi bahwa perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya telah memaksa pasukan India untuk memobilisasi aset militer tambahan di wilayah Ladakh.


Hanya Warga China yang Diijinkan Nonton Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah lebih dari 100 tentara China dilaporkan menyeberang ke wilayah India di Barahoti, di negara bagian Uttarakhand, wilayah yang sejauh ini relatif bebas dari isu sengketa perbatasan.

Menurut laporan media, militer India sudah mengerahkan artileri yang lebih canggih ke wilayah perbatasan dengan China di Ladakh Timur, dengan membawa tiga resimen howitzer M777.

Sementara itu, juru bicara Kementerian luar negeri China, Hua Chunying, pada Rabu (29/9) menuding pihak India lah yang selama ini memicu terjadinya sengketa perbatasan dengan China.

"Pihak India telah lama mengejar "kebijakan ke depan" dan secara ilegal melintasi LAC untuk melanggar batas wilayah China, yang merupakan akar penyebab ketegangan dalam situasi perbatasan China-India. China menentang perlombaan senjata di wilayah perbatasan yang disengketakan untuk tujuan persaingan memperebutkan kendali," katanya.

Turki dan Rusia Bakal Kerja Sama Produksi Pesawat Tempur dan Kapal Perang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia