logo


Said Didu Anggap Letjen Dudung dan AY Nasution Bisa Dijerat Pidana, Ini Alasannya

Kuncinya di uang pembuatan diorama di Markas Kostrad.

29 September 2021 10:00 WIB

Said Didu
Said Didu Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu turut mengomentari pembongkaran diorama tokoh TNI penumpas PKI di Markas Kostrad. Dia menilai adanya potensi pelanggaran pidana dalam hal ini.

Said Didu mengatakan peniadaan patung bersejarah itu tergolong penghilangan aset negara.

Dia menjelaskan, bila pengadaan diorama itu menyerap APBN, maka bisa dipastikan sebagai aset negara. Jadi, kalau hilang harus dipidana.


Patung Diorama G30S/PKI Ditarik dari Kostrad, Fadli Zon: Ini Kesalahan Fatal

“Kalau dapat dari sumbangan dan atas nama institusi orang menyumbang, maka itu juga aset negara, bukan asetnya Letjen (Purn) AY Nasution,” terang Said, seperti dikutip dari tvOne, Rabu (29/9).

“Kalau duit pribadinya AY Nasution, dan sudah dicatat sebagai aset museum, maka itu juga aset negara,” lanjutnya.

Oleh karena itu, kata Said, perlu penjelasan lebih lanjut terkait sumber dana pembuatan diorama peristiwa ‘65 itu.

“Kalau aset negara, maka Letjen (Purn) AY Nasution terancam pidana penghilangan aset negara,” cetusnya.

“Jadi saya pikir itu harus di-clear-kan supaya jangan terulang dikemudian hari ada pendapat seseorang tidak setuju sesuatu, dan dia datang minta dibongkar, padahal itu aset negara. Itu bahaya sekali,” pungkas Said.

Sebelumnya, Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman mengaku sudah memberikan izin kepada Letjen (Purn) AY Nasution untuk membongkar diorama tersebut. Disebutkan penarikan diorama itu didasari kepercayaan agama.

Gatot Tuding TNI Disusupi PKI, Ferdinand: Dudung Ingin Dihabisi dengan Cara Fitnah

Halaman: 
Penulis : Iskandar