logo


Desak Pejabat Hentikan Politisasi Isu Pandemi untuk Pencitraan, PBNU Tegaskan Hal Ini

PBNU meminta pemerintah fokus terhadap penanganan covid-19 sebagai isu kesehatan dan kemanusiaan

27 September 2021 04:48 WIB

PBNU
PBNU cnnindonesia.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2021 dalam bidang politik, hukum dan keamanan (Polhukam) pada Minggu (26/9/2021).

Pada acara tersebut, PBNU mendesak agar pejabat berhenti mempolitisasi isu pandemi Covid-19 untuk kepentingan politik dan pencitraan. PBNU menegaskan bahwa Covid-19 masih ada.

"Mendesak semua pejabat harus berhenti mempolitisasi isu pandemi dalam rangka kepentingan politik dan pencitraan," demikian bunyi salah satu rekomendasi Munas dan Konbes NU 2021.


Heran dengan Tindakan Jokowi, PKS: Mural Rakyat Dihapus, Puja-puji Minim Data Justru Dipublikasikan

PBNU juga meminta pemerintah fokus terhadap penanganan covid-19 sebagai isu kesehatan dan kemanusiaan, bukan sekedar isu politik partisan. Selain itu, PBNU meminta pemerintah memperlihatkan kebijakan yang tidak ambivalen seperti membiarkannya pekerja asing masuk ke Indonesia. Padahal di sisi lain mobilitas masyarakat diperketat.

"Terutama pekerja dari negara episentrum pandemi, dapat merusak kepercayaan publik kepada Pemerintah," bunyi salah satu rekomendasi Munas dan Konbes NU 2021.

Puluhan Siswa Terpapar Covid-19, PDIP: Sekolah dan Daerah Jangan Memaksakan Diri Kalau Belum Siap

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati