logo


Hadapi Kelompok Militan Bersenjata, Junta Militer Mali Minta Bantuan Tentara Bayaran Rusia

Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa rezim militer Mali meminta bantuan dari tentara bayaran Rusia, Grup Wagner untuk mengamankan wilayah mereka dari ancaman kelompok militan, setelah militer Perancis menarik diri dari wilayah tersebut.

26 September 2021 10:48 WIB

Tentara bayaran Rusia
Tentara bayaran Rusia Al Jazeera

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Militer Mali telah meminta bantuan dari sebuah perusahaan militer swasta Rusia dalam upaya memerangi kelompok militan bersenjata. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada hari Sabtu di PBB.

Sejumlah narasumber Reuters melaporkan bahwa junta militer Mali saat ini hampir mencapai kesepakatan untuk merekrut Grup Wagner, kontraktor militer swasta Rusia, dimana hal itu memicu kecaman dan perlawanan dari Perancis. Pemerintah Perancis mengatakan bahwa itu "tidak sesuai" dengan kehadiran Prancis yang berkelanjutan di negara Afrika Barat tersebut.

"Mereka memerangi terorisme, kebetulan, dan mereka telah beralih ke perusahaan militer swasta dari Rusia sehubungan dengan fakta bahwa, seperti yang saya pahami, Perancis ingin secara signifikan menarik komponen militernya yang ada di sana," kata Lavrov dikutip Reuters.


PBB Minta Semua Polemik soal Kerja Sama Pertahanan AUKUS Harus Diselesaikan Lewat Diplomasi

Sementara itu, Perdana Menteri Mali Choguel Maiga, pada Sabtu (25/9) mengatakan kepada Majelis Umum PBB bahwa negaranya merasa ditinggalkan oleh langkah Perancis dan mengisyaratkan mereka mencari bantuan militer dari pihak lainnya "untuk mengisi kesenjangan yang disebabkan oleh penarikan militer Perancis dari wilayah Barkhane di utara negara itu".

"Situasi baru yang dihasilkan dari akhir Operasi Barkhane membuat Mali...mengeksplorasi jalur dan sarana untuk lebih memastikan keamanan kami secara mandiri, atau dengan bantuan mitra lain," ujarnya.

 

Petinggi Huawei Bebas, Dua Warga Kanada yang Ditahan China Akhirnya Ikut Dibebaskan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia