logo


CFO Huawei Akhirnya Dibebaskan oleh AS dan Kanada, China: Persekusi Politik

Kemenlu China menyebut penahanan CFO Huawei yang dilakukan oleh Kanada dan AS merupakan tindakan persekusi politik terhadap warga negara China

26 September 2021 05:00 WIB

CEO Huawei Meng Wanzhou
CEO Huawei Meng Wanzhou istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri China telah menolak tuduhan penipuan yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat terhadap CFO Huawei Meng Wanzhou, yang menyebabkan penahanannya selama beberapa tahun belakangan ini, dan menyebut tuduhan-tuduhan tersebut "benar-benar dibuat-buat" dan merupakan tindakan persekusi yang bermuatan politik.

Meng – yang merupakan putri dari CEO Huawei Ren Zhengfei – akhirnya kembali ke China pada Sabtu (25/9) setelah ditahan di Kanada selama hampir tiga tahun. Dia telah ditangkap oleh pihak kepolisian Kanada di Bandara Internasional Vancouver pada Desember 2018 karena permintaan ekstradisi dari Amerika Serikat, yang menuduhnya telah melakukan tindak penipuan dalam upaya untuk menghindari sanksi yang sudah diberlakukan oleh AS terhadap Iran.

Pada hari Sabtu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengklaim bahwa penahanan Meng oleh AS dan Kanada adalah "persekusi politik" dan bahwa "apa yang disebut tuduhan 'penipuan'" terhadapnya "benar-benar dibuat-buat."


Taliban Bakal Berlakukan Hukum Potong Tangan dan Eksekusi Mati di Afghanistan, Begini Reaksi AS

"Sudah lama menjadi fakta yang sepenuhnya terbukti bahwa ini adalah insiden persekusi (penganiayaan) politik terhadap warga negara China, tindakan yang dirancang untuk melumpuhkan perusahaan teknologi tinggi China," kata juru bicara itu, dikutip RT.com.

“Apa yang telah dilakukan Amerika Serikat dan Kanada adalah kasus penahanan sewenang-wenang,” tambahnya.

Saat pesawatnya mendarat, Meng mengaku sangat lega karena sudah berhasil kembali ke kampung halamannya.

“Setelah lebih dari 1.000 hari menderita, saya akhirnya kembali ke pelukan tanah air saya,” katanya, seraya menambahkan bahwa “menunggu di negara asing sungguh penuh dengan penderitaan.”

Turki Akan Kembali Beli S-400 dari Rusia Meski Ditentang oleh AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia