logo


Turki Akan Kembali Beli S-400 dari Rusia Meski Ditentang oleh AS

Presiden Turki mengatakan bahwa AS tidak bisa ikut campur dalam rencana Turki membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia

26 September 2021 04:40 WIB

Sistem Rudal S-400
Sistem Rudal S-400 istimewa

ANKARA, JITUNEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pihaknya akan kembali membeli pertahanan rudal Rusia baru meskipun hal itu mendapat kecaman dari AS. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan media AS, CBS News.

“Tidak ada yang akan dapat ikut campur dalam hal sistem pertahanan seperti apa yang kami peroleh, dari negara mana, pada tingkat apa," kata Erdogan kepada CBS News ketika ditanya apakah dia berniat untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 lagi dari Rusia.

“Kami adalah satu-satunya yang membuat keputusan seperti itu," tegasnya.


Hadapi Krisis Pencari Suaka, Uni Eropa Siap Bantu Lindungi Perbatasan Polandia-Belarusia

Turki dan Rusia dikabarkan telah bernegosiasi mengenai transfer teknologi dan produksi lokal menjelang potensi pembelian kedua sistem pertahanan S-400. Turki memperoleh baterai pertamanya dari Rusia pada 2019.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat telah mendesak Turki untuk tidak melanjutkan pengiriman rudal S-400 Rusia dan membuang baterai S-400 yang sudah diperolehnya, bahkan ketika Ankara tengah terlibat dalam pembicaraan dengan Moskow mengenai pengiriman kedua sistem rudal tersebut.

AS juga telah menjatuhkan sanksi terhadap industri pertahanan Turki karena hal itu, dan mengatakan bahwa sistem Rusia tersebut dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi intelijen pada jet siluman F-35 Lockheed Martin Corp. AS sendiri sebelumnya sudah mengeluarkan Turki dari program pengembangan pesawat tempur F-35.

 

Taliban Bakal Berlakukan Hukum Potong Tangan dan Eksekusi Mati di Afghanistan, Begini Reaksi AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia