logo


Hadapi Krisis Pencari Suaka, Uni Eropa Siap Bantu Lindungi Perbatasan Polandia-Belarusia

Komisi Uni Eropa mengatakan bahwa pihaknya siap membantu Polandia menangani situasi krisis di perbatasan dengan Belarus yang disebabkan oleh peningkatan jumlah pencari suaka.

25 September 2021 17:59 WIB

Perbatasan Belarus-Polandia
Perbatasan Belarus-Polandia istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Komisi Uni Eropa menyambut baik gagasan untuk melindungi wilayah perbatasan Polandia-Belarusia, yang kini tengah mengalami krisis pengungsi, dengan menggunakan seluruh sumber daya yang mereka miliki. Namun, Adalbert Jahnz, seorang juru bicara parlemen Uni Eropa mengatakan bahwa jika pihaknya masih menunggu permintaan dari Polandia untuk hal itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah negara Eropa seperti Latvia, Lithuania, dan Polandia telah melaporkan adanya peningkatan imigran ilegal yang berusaha masuk ke dalam wilayah Uni Eropa melalui perbatasan darat Belarusia.

"Ketika datang ke bantuan oleh Frontex [Badan Penjaga Perbatasan dan Pantai Eropa] ... dari sudut pandang kami, akan menjadi ide yang baik untuk melindungi perbatasan bersama kami menggunakan sumber daya bersama kami, tentu saja, ini adalah sesuatu... yang harus diminta oleh otoritas Polandia," kata Jahnz dikutip Sputniknews.


Pengadilan Kanada Segera Bebaskan CFO Huawei Meng Wanzhou

Uni Eropa selama ini sangat khawatir dan prihatin dengan krisis imigran ilegal di perbatasan dengan Belarus dan mendesak pihak berwenang Polandia untuk mengelola perbatasan semaksimal mungkin sehingga masyarakat di sana terlindungi.

"Sangat penting bagi Polandia untuk melaksanakan manajemen perbatasan secara efektif - namun, ini tidak boleh mengorbankan nyawa manusia, dan kami mendesak otoritas negara anggota untuk memastikan para imigran di perbatasan diberikan perawatan dan bantuan yang diperlukan," kata Jahnz .

Brussel telah berulang kali menuduh Minsk berkontribusi terhadap krisis migrasi, dengan mengatakan pihak berwenang Belarusia menggunakan para imigran sebagai "senjata hibrida" terhadap Uni Eropa setelah memberlakukan sejumlah sanksi terhadap Minsk.

Di sisi lain, Belarusia mengatakan bahwa mereka tidak dapat lagi menekan migrasi ke negara-negara tetangga karena kurangnya sumber daya yang disebabkan oleh sanksi Barat terhadap negara tersebut.

 

Dubes Myanmar Tidak Akan Pidato dalam Sidang Majelis Umum PBB

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia