logo


China Akan Tindak Tegas Perdagangan Mata Uang Kripto, Nilai Bitcoin dan Etehreum Merosot

Keputusan pemerintah China yang akan menindak tegas praktik perdagangan mata uang kripto telah berdampak terhadap nilai tukar Bitcoin, Ethereum dan beberapa mata uang kripto lain.

25 September 2021 15:30 WIB

Bitcoin
Bitcoin istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Nilai tukar sejumlah mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum tergelincir beberapa persen setelah Bank Sentral China pada Jumat (24/9) kembali menyatakan bahwa mereka akan menindak tegas praktik perdagangan cryptocurrency, dan melarang perusahaan asing menyediakan layanan perdagangan mata uang kripto kepada masyarakat China.

"Pemerintah akan dengan tegas menekan spekulasi mata uang virtual dan kegiatan keuangan terkait serta perilaku buruk untuk melindungi properti orang dan menjaga ketertiban ekonomi, keuangan, dan sosial," kata Bank Rakyat China (PBOC) di situs webnya, dilansir The Global Times.

Bank tersebut mengatakan bahwa semua bisnis terkait cryptocurrency adalah bisnis ilegal, termasuk pertukaran perdagangan cryptocurrency di luar negeri yang menyediakan layanan kepada masyarakat China melalui Internet.


Cegah Eskalasi Konflik dengan Moskow, Petinggi Militer AS Minta Washington Tingkatkan Kerja Sama dengan Rusia

Setelah pengumuman itu, mata uang kripto terbesar di dunia — Bitcoin — merosot sekitar lima persen, menjadi $42.810 atau setara dengan Rp 611 juta. Demikian pula dengan, Ethereum, yang turun lebih dari delapan persen menjadi $2.868 atau setara dengan Rp 41 juta.

Sementara mata uang virtual lainnya, seperti Dogecoin, Ripple, Polkadot, Binance Coin, juga ikut mengalami penurunan.

Awal tahun ini, Beijing sudah pernah mengumumkan tindakan keras terhadap penambangan kripto. Pada saat itu, nilai Bitcoin dan mata uang lainnya juga menghadapi penurunan.

Tindakan pemerintah China terhadap perdagangan mata uang virtual terjadi beberapa hari setelah raksasa real estate China, Evergrande Group, gagal membayar bunga atas kewajiban utangnya yang besar.

Iran Siap Lanjutkan Negosiasi Pemulihan Perjanjian Nuklir dengan AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia