logo


Gelar Demo di Depan Gedung Kementan, BEM SI: Kaji Ulang dan Evaluasi Program Food Estate

BEM SI meminta pemerintah untuk mengkaji ulang dan mengevaluasi program food estate karena dinilai merusak hutan, lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat

24 September 2021 21:06 WIB

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Jakarta, Jumat (24/9)
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Jakarta, Jumat (24/9) istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan demonstrasi di depan gedung Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Jakarta, Jumat (24/9).

Dalam orasinya, Koordinator Pusat BEM SI, Nofrian Fadil Akbar menyampaikan beberapa poin aspirasi yang menjadi tuntutan para peserta aksi demonstrasi. Salah satu meminta pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan food estate, karena berdampak terhadap kerusakan lingkungan.

“Kami menuntut kaji ulang dan evaluasi program food estate terutama terhadap dampak kerusakan hutan, lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat,” ucapnya.


Inflasi Tak Terkendali, Puluhan Ribu Warga Pakistan Desak Perdana Menteri untuk Mundur

Selain itu, mereka juga menuntut adanya keterbukaan informasi dan data pengerjaan proyek food estate.

“Kami juga menuntut pemerintah menjalankan UU keterbukaan informasi dan data pengerjaan proyek food estate yang bisa dijamak oleh masyarakat,” kata Nofrian.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi saat menemui massa aksi mengatakan akan tetap bersama rakyat dan para petani. Hal ini pernah ia dibuktikan dengan menolak kebijakan terkait impor beras yang disampaikan kepada presiden.

“Saya tetap bersama rakyat dan petani, saya yang memberikan masukan kepada presiden untuk menolak import beras,” tegasnya kepada para mahasiswa.

Selain itu, Harvick juga turut menjawab tuntutan-tuntutan aspirasi yang disampaikan oleh para peserta aksi demonstrasi tentang reformasi agraria.

“Reformasi agraria dan lain-lain harus disampaikan dengan baik, kita akan melakukan cara yang paling terbaik,” katanya.

 

Peringati Satu Tahun Agresi Militer AS, Ribuan Warga Irak Minta AS Segera Tinggalkan Wilayahnya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia