logo


Taliban Ingin Berkunjung ke Moskow, Begini Respons Jubir Vladimir Putin

Juru bicara pemerintah Rusia mengatakan bahwa pihaknya masih akan mengawasi situasi Afghanistan di bawah rezim Taliban terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengundang perwakilan kelompok itu ke Moskow

24 September 2021 20:00 WIB

Presiden Vladimir Putin dan Juru Bicara Dmitry Peskov
Presiden Vladimir Putin dan Juru Bicara Dmitry Peskov istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa pihaknya perlu melihat dan mengawasi lebih jauh semua aktivitas pemerintahan sementara Afghanistan yang dibentuk oleh Taliban, dan menunggu pemerintahan tetap terbentuk sebelum mempertimbangkan kemungkinan mengundang perwakilan Taliban untuk datang berkunjung ke Moskow.

"Sama seperti sebagian besar negara, kami akan memantau dengan cermat apa yang dilakukan Taliban di Afghanistan, seperti apa struktur akhir pemerintahan dan bagaimana janji mereka akan dilaksanakan. Kami mengamati semua ini dengan cermat," kata Peskov di sebuah konferensi pers di Kremlin, saat ditanya apakah Moskow berencana untuk mengundang delegasi Taliban.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kebudayaan dan Informasi Afghanistan Zabihullah Mujahid mengatakan kepada Sputnik bahwa pemerintah Taliban ingin berkunjung ke Moskow. Sebuah sumber di Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan kepada Sputnik bahwa Moskow dan Kabul sedang merundingkan hal ini.


Seoul Ingin Perang Korea Diakhiri, Pyongyang: Masih Terlalu Dini

Mujahid mengatakan bahwa tujuan kunjungan Taliban ke Moskow tersebut adalah untuk meminta bantuan Rusia dalam memutus rantai perdagangan narkoba dari Afghanistan ke negara lain.

“Kami ingin menghentikan peredaran narkoba dari Afghanistan ke negara lain. Mudah-mudahan, kami dapat memblokir semua rute. Menanam ganja di Afghanistan juga merupakan masalah serius. Penting untuk memberikan alternatif kepada petani. Dalam hal ini, banyak negara, termasuk Rusia, bisa membantu memutus jalur perdagangan narkoba," kata Mujahid.

Aset Afghanistan Dibekukan AS, Taliban: Rezeki Tidak di Tangan Joe Biden, Eropa, Rusia atau China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia