logo


Politikus Demokrat: Yusril Memihak Moeldoko dan Mendapat Keuntungan

Menurut Racland, pengambilalihan paksa partai sebuah krisis moral politik.

24 September 2021 11:23 WIB

Rachland Nashidik
Rachland Nashidik Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Partai Demokrat menanggapi pengakuan netral advokat Yusril Ihza Mahendra terkait masalah AD/ART Partai Demokrat yang akan digugat ke Mahkamah Agung.

"Yusril Ihza Mahendra mengaku netral dalam skandal pembegalan Partai Demokrat oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Ia mengaku menjadi kuasa hukum Moeldoko hanya karena peduli pada demokratisasi dalam tubuh partai politik," kata Elite Partai Demokrat, Rachland Nashidik, dalam keterangannya, Jumat (23/9).

Menurut Racland, pengambilalihan paksa partai sebuah krisis moral politik.


Dukung Luhut Polisikan Haris Azhar dan Fatia, Ferdinand: Tak Ada Kebebasan Absolut

"Tapi skandal hina pengambil-alihan paksa Partai Demokrat oleh unsur Istana, yang pada kenyataannya dibiarkan saja oleh Presiden, pada hakikatnya adalah sebuah krisis moral politik. Dan orang yang mengambil sikap netral dalam sebuah krisis moral, sebenarnya sedang memihak pada si kuat dan si penindas," lanjutnya.

Ia menyinggung Yusril yang menilai adanya kekosongan hukum terkait ketiadaan otoritas negara menguji kesesuaian AD/ART Partai Demokrat dengan UU. Rachland menyebut ada partai lain yang memiliki struktur Majelis Tinggi dengan kekuasaan yang lebih besar.

Isu Reshuffle, Pengamat: Sepertinya Kecenderungan untuk Mengakomodasi PAN

Halaman: 
Penulis : Admin