logo


Raja Salman Bilang Kelompok Houthi Tolak Solusi Damai untuk Akhiri Konflik Yaman

Raja Arab Saudi mengatakan kelompok pemberontak Houthi menolak upaya gencatan senjata untuk mengakhiri konflik Yaman yang telah diinisiasi oleh pihaknya pada Maret lalu

23 September 2021 17:45 WIB

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz.
Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. Independent.co.uk

RIYADH, JITUNEWS.COM - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud mengatakan bahwa pemberontak Houthi menolak inisiatif perdamaian yang ditawarkan melalui PBB untuk menyelesaikan konflik di Yaman secara damai.

“Inisiatif perdamaian di Yaman, yang diajukan oleh Kerajaan [Arab Saudi] Maret lalu, seharusnya bisa mengakhiri pertumpahan darah dan konflik. Itu seharusnya mengakhiri penderitaan saudara-saudara kita, rakyat Yaman,” kata Raja Salman dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada hari Rabu (22/9).

“Sayangnya, milisi teroris Houthi menolak solusi damai tersebut. Mereka telah menempatkan taruhan mereka pada opsi militer untuk mengambil alih lebih banyak wilayah di Yaman,” tambahnya.


Pasca Sengketa Perancis-Australia, Konsep Strategis NATO Bakal Direvisi

Pasukan Saudi dan kelompok militan pemberontak Houthi terus terlibat bentrokan, sebagai bagian dari konflik di Yaman antara pihak pemerintah dan pemberontak yang telah berlangsung sejak Agustus 2014. Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman, sejak 2015 memimpin pasukan koalisi yang terdiri dari beberapa negara untuk melakukan operasi udara, darat dan laut terhadap kelompok pemberontak Houthi.

Pada Maret lalu, pemerintah Arab Saudi sudah mengusulkan gencatan senjata di Yaman yang didukung oleh PBB dan disambut baik oleh Amerika Serikat. Tetapi, inisiasi tersebut ditolak oleh pihak Houthi.

Perancis Akan Kirim Kembali Dubesnya ke AS Pekan Depan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia