logo


Perancis Akan Kirim Kembali Dubesnya ke AS Pekan Depan

Keputusan tersebut diambil setelah AS dan Perancis sepakat untuk melakukan konsultasi mendalam yang bertujuan 'membangun kembali kepercayaan' antara dua sekutu NATO tersebut pasca polemik kapal selam nuklir Australia

23 September 2021 17:15 WIB

Gedung Putih AS
Gedung Putih AS istimewa

PARIS, JITUNEWS.COM - Duta Besar Prancis untuk AS Philippe Etienne akan kembali ke Washington minggu depan setelah Presiden AS Joe Biden dan Presiden Perancis Emmanuel Macron berbicara melalui sambungan telepon. Hal itu disampaikan oleh seorang juru bicara Gedung Putih pada Rabu (22/9).

Dilansir dari Sputniknews, dalam sebuah konferensi pers, juru bicara Gedung Putih mengatakan kedua pemimpin telah sepakat untuk bertemu pada akhir Oktober, dengan pertemuan akan berlangsung di Eropa.

Juru bicara itu lebih lanjut menunjukkan bahwa Biden dan Macron sepakat bahwa pakta keamanan baru AS-Inggris-Australia, AUKUS, akan mendapat manfaat dari "konsultasi terbuka di antara negara sekutu."


AS Tak Beri Visa kepada Diplomat Rusia untuk Hadiri Sidang Majelis Umum PBB, Begini Reaksi Moskow

Dalam sebuah pernyataan, Kantor kepresidenan Perancis juga mengkonfirmasi bahwa utusannya akan kembali ke Washington, dan mengatakan bahwa presiden Prancis dan presiden AS telah sepakat untuk 'konsultasi mendalam' yang bertujuan 'membangun kembali kepercayaan' antara dua sekutu NATO.

Pengumuman Rabu oleh Gedung Putih dan kantor kepresidenan Prancis tersebut muncul beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Florence Parly mengatakan bahwa beberapa anggota NATO telah setuju untuk merevisi konsep strategis aliansi.

“Alasan keberadaan NATO adalah keamanan transatlantik. Inilah yang ingin kami ingatkan kepada Amerika Serikat. Oleh karena itu, mitra kami memutuskan, atas inisiatif kami, dan juga atas inisiatif Jerman, untuk merevisi konsep strategis aliansi," kata Parley.

Pasca Sengketa Perancis-Australia, Konsep Strategis NATO Bakal Direvisi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia