logo


Inggris Minta Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB Bersatu Cegah Afghanistan Jadi Sarang Teroris

Menteri Luar Negeri Inggris meminta semua negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk bersatu dalam menjalin hubungan dan kontak dengan Afghanistan dan mencegah negara tersebut menjadi sarang teroris global

23 September 2021 15:45 WIB

Sidang Dewan Keamanan PBB
Sidang Dewan Keamanan PBB Al Jazeera

LONDON, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss, dijadwalkan akan segera mengadakan pertemuan dengan sejumlah menteri luar negeri dari lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (P5) dan Sekjen PBB Antonio Guterres, dimana dalam kesempatan tersebut, ia akan meminta Rusia dan China untuk bersatu dalam menjalin hubungan dan kontak dengan Taliban yang kini kembali menguasai pemerintahan Afghanistan.

"Jika kita tidak ingin Afghanistan menjadi sebuah sarang teror global, maka komunitas internasional, termasuk Rusia dan China, perlu bertindak sebagai sebuah kesatuan dalam keterlibatan mereka dengan Taliban," kata Truss dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis pada Rabu (22/9), dikutip Sputniknews.

Truss, yang baru saja ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan posisi yang sebelumnya ditempati oleh Dominic Raab, pada Minggu (19/9) sudah berangkat ke New York, Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB yang digelar pada Selasa (21/9). Selain itu, Truss nantinya juga akan menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia dan Iran.


Xi Jinping: China Tidak Akan Pernah Menginvasi atau Mem-Bully Negara Lain

Inggris sendiri saat ini bertanggung jawab untuk mengoordinasikan kelompok P5, dengan pertemuan hari Rabu kemarin menjadi yang pertemuan pertama negara-negara P5 sejak 2019.

“Saya ingin kebijakan luar negeri kita secara praktis terfokus dan diarahkan untuk memperkuat jaringan kemitraan ekonomi dan diplomatik kita, yang didukung oleh ikatan keamanan yang kuat,” kata Truss. “Kunjungan saya ke PBB adalah awal dari musim gugur di mana Global Britain memimpin di panggung dunia,” tambahnya.

 

Dianggap sebagai Penjajah, Turki Diminta Tarik Mundur Pasukannya dari Suriah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia