logo


Dianggap sebagai Penjajah, Turki Diminta Tarik Mundur Pasukannya dari Suriah

Menteri Luar Negeri Suriah menyebut kehadiran militer Turki di kawasan Idlib, sebagai tindak pendudukan

23 September 2021 15:15 WIB

Kendaraan militer Turki di Suriah
Kendaraan militer Turki di Suriah Sputniknews

DAMASKUS, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mekdad, mengatakan bahwa pemerintah Suriah menganggap kehadiran militer Turki di wilayahnya merupakan sebuah tindakan okupansi atau pendudukan, dimana hal itu melanggar kedaulatan nasional Suriah. Untuk itu, Damaskus mendesak Ankara untuk segera menarik mundur seluruh pasukan militernya.

Mekdad juga menyebut Turki selama ini sudah memberikan dukungan bagi sejumlah kelompok teroris yang berbasis di wilayah Idlib.

"Alasan utama untuk hal ini (eskalasi konflik di Idlib) adalah pendudukan Turki dan dukungan yang mereka berikan kepada kelompok teroris di sana," kata Mekdad pada Rabu (22/9), dikutip Sputniknews.


Erdogan Pidato soal Semenanjung Krimea dalam Sidang PBB, Begini Tanggapan Rusia

"Turki harus segera keluar dan komunitas internasional harus mendukung upaya Suriah untuk membebaskan wilayahnya di utara yang diduduki tersebut," tambahnya.

Pernyataan tersebut dilontarkan setelah Turki mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah Idlib beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, pada Selasa (14/9) memperingatkan jika kehadiran pasukan militer AS di kawasan timur Suriah secara de facto menunjukkan jika Washington telah menginvasi sebagian teritori negara tersebut. Ia mengatakan jika tindakan AS tersebut merupakan alasan utama berlanjutnya konflik di negara Timur Tengah itu.

"Salah satu alasan utama ketidakstabilan dan kelanjutan konflik di Suriah adalah kehadiran ilegal Amerika Serikat di negara itu," kata Ryabkov

Xi Jinping: China Tidak Akan Pernah Menginvasi atau Mem-Bully Negara Lain

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia