logo


Luhut Disebut Tak Punya Bisnis Tambang di Papua, Pengacara Haris Azhar: Berikan Data Klarifikasi!

Nurkholis mengatakan bahwa penjelasan Luhut terkait bisnis Tambang diperlukan untuk membantu kliennya mengoreksi konten YouTube terkait bisnis tambang di Papua

23 September 2021 13:30 WIB

Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengacara Haris Azhar, Nurkholis Hidayat menanggapi pernyataan juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Jodi Mahardi yang menyebut Luhut Binsar Pandjaitan tidak memiliki bisnis tambang di Papua. Ia meminta agar Luhut memberikan data klarifikasinya.

"Data yang kami maksud adalah laporan koalisi NGOs pada halaman 16 dan 18 menyebut jejak keterkaitan (tidak langsung) LBP dengan West Wits Mining via Tobacom Del Mandiri-PT. Toba Sejahtera Group," ujar Nurkholis saat dihubungi seperti dilansir detikcom, Kamis (23/9/2021).

"Konfirmasi atas itu yang klien kami minta penjelasannya. Tentu bukan sekadar bilang tidak punya bisnis tambang, tapi yang kami harapkan pak LBP memberikan data klarifikasi atau sanggahan misalnya kalau info di atas tidak benar, yang benar seperti apa terkait hubungan Pak LBP dengan entitas-entitas usaha yang disebutkan di atas," sambungnya.


Tanggapi Pengacara Haris Azhar, Jubir Tegaskan Luhut Tak Punya Bisnis Tambang di Papua

Nurkholis mengatakan bahwa penjelasan Luhut terkait bisnis Tambang diperlukan untuk membantu kliennya mengoreksi konten YouTube terkait bisnis Tambang di Papua. Namun, ia menyayangkan tidak ada klarifikasi data terkait hal tersebut.

"Konfirmasi ini penting karena klien kami akan berpijak pada jawaban faktual LBP untuk mengkoreksi apa yang dibahas bersama Fatia dalam kanal YouTubenya," ucap Nurkholis.

"Itulah makanya kami proaktif untuk mengundang Pak LBP atau yang mewakilinya untuk memberi penjelasan dan mengklarifikasi data. Sayangnya, baik ajakan dan undangan kami diabaikan," pungkasnya.

 

Luhut Ingin Aplikasi PeduliLindungi Jadi Alat Pembayaran Digital

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati