logo


Erdogan Pidato soal Semenanjung Krimea dalam Sidang PBB, Begini Tanggapan Rusia

Juru bicara pemerintah Rusia mengaku sangat kecewa dengan pernyataan Presiden Turki terkait aneksasi Krimea oleh Rusia

22 September 2021 20:48 WIB

Gedung Kremlin di Moskow, Rusia
Gedung Kremlin di Moskow, Rusia istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebutkan pentingnya "melestarikan integritas wilayah Ukraina", termasuk "mencaplok" Krimea. Penduduk semenanjung itu mengadakan referendum pada Maret 2014 setelah kudeta di Kiev untuk memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung kembali dengan Rusia. Hal itu ia sampaikan saat berbicara di Majelis Umum PBB ke-76 pada hari Selasa (21/9).

Dalam pidatonya tersebut, Erdogan mengindikasikan bahwa Ankara tidak mengakui kembalinya Krimea ke Rusia, dan menuntut agar dilakukan upaya untuk "melindungi" kelompok etnis minoritas Tatar di semenanjung itu.

"Kami menganggap penting untuk menjaga integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina, termasuk wilayah Krimea, aneksasi yang tidak kami akui. Kami perlu melakukan lebih banyak upaya untuk melindungi hak-hak Tatar Krimea," kata Erdogan.


Punya Kemampuan Tempur Diatas China, Petinggi AS: Rusia adalah Ancaman Militer Utama

Menanggapi hal itu, Juru bicara Kremlin pada Rabu (22/9) mengaku sangat "menyesali" pernyataan terkait "aneksasi" Krimea tersebut, terutama menjelang kunjungan resmi Erdogan ke Rusia pada 29 September mendatang untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin.

"Tentu saja kami menganggap diri kami sebagai penerima pernyataan ini; ini adalah bagaimana kami memandang mereka. Kami tentu menyesal bahwa pernyataan seperti itu dibuat sekarang, selama persiapan untuk kunjungan presiden Turki ke Federasi Rusia," kata Dmitry Peskov, berbicara kepada wartawan.

Pakistan Ingin Bantu Latih Pasukan Keamanan Afghanistan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia