logo


Punya Kemampuan Tempur Diatas China, Petinggi AS: Rusia adalah Ancaman Militer Utama

Komandan AU AS menyebut ancaman terbesar bagi keamanan AS adalah militer Rusia

22 September 2021 19:31 WIB

Sistem Pertahanan Udara S-400 buatan Rusia
Sistem Pertahanan Udara S-400 buatan Rusia istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Petinggi Angkatan Udara Amerika Serikat, Jenderal Glend D. VanHerck, mengatakan bahwa kemampuan militer Rusia jauh lebih mengancam keamanan Amerika Serikat daripada militer China.

“Rusia adalah ancaman militer utama ke tanah air (Amerika Serikat) hari ini. Bukan China – itu adalah Rusia,” kata VanHerck kepada Air Force Magazine pada Selasa malam (21/9).

Menurut Kepala Komando Keamanan Udara Amerika Utara tersebut, meski kemampuan militer China terus berkembang dan bisa menjadi ancaman jangka panjang namun peralatan tempur yang dimiliki oleh Rusia saat ini seperti kapal selam, pesawat tempur dan rudal penjelajahnya masih berada diatas China.


Ingin Ikut Sidang Majelis Umum PBB, Taliban Surati Sekjend PBB

Moskow dan Beijing telah menduduki puncak daftar ancaman militer Washington ke Amerika Serikat selama dekade terakhir. Pada bulan Mei lalu, Kepala Staf Gabungan militer AS, Jenderal Mark Milley mengatakan bahwa pemerintah AS akan terus berupaya mempelajari perkembangan kemampuan tempur Rusia dan China.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kebijakan Pertahanan AS Colin Kahl juga menyebut Rusia kemungkinan akan menjadi sumber tantangan keamanan yang lebih besar bagi Amerika Serikat dan Eropa. Hal itu ia sampaikan pada Konferensi Militer Baltik yang diselenggarakan di Lituania pada hari Jumat (17/9).

“Di tahun-tahun mendatang, Rusia mungkin akan benar-benar menjadi tantangan keamanan utama yang kita hadapi dalam bidang militer bagi Amerika Serikat dan tentu saja untuk Eropa. Rusia adalah musuh yang semakin tegas yang tetap bertekad untuk meningkatkan pengaruh globalnya dan memainkan peran yang mengganggu di panggung global, termasuk melalui upaya untuk memecah belah negara Barat," kata Kahl.

Percobaan Pembunuhan Penasihat Presiden Ukraina, Ulah Rusia?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia