logo


AS Deportasi Imigran Ilegal asal Haiti, Begini Reaksi UNHCR

Kepala UNHCR menyebut tindakan pemerintah AS tersebut bertolak belakang dengan norma-norma internasional

22 September 2021 16:15 WIB

Imigran asal Haiti yang menyeberangi perbatasan AS-Meksiko
Imigran asal Haiti yang menyeberangi perbatasan AS-Meksiko USA Today

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Penanganan Masalah Pengungsian PBB, UNHCR, Filippo Grandi, menyebut tindakan pemerintahan Joe Biden yang mengusir imigran ilegal asal Haiti dari wilayah Amerika Serikat tanpa proses screening merupakan hal yang melanggar undang-undang internasional. Ia menilai screening atau tahap penyaringan sangat diperlukan untuk kepentingan keamanan para pengungsi.

Dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis oleh UNHCR pada Selasa (21/9), Grandi juga mendesak pemerintah AS untuk mencabut UU Title 42 yang sudah dikeluarkan sejak Maret 2020 lalu oleh Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) AS, yang bertujuan untuk membatasi penyebaran virus Covid-19.

Grandi menyebut UU tersebut tidak memberikan kesempatan bagi para pengungsi, khususnya yang tiba di perbatasan AS-Meksiko untuk menerima suaka dari pemerintah AS.


Polemik Kapal Selam Nuklir, Kerja Sama Perdagangan Bebas Aussie-Uni Eropa Terancam Gagal

"Ringkasannya, pengusiran massal individu yang saat ini sedang berlangsung di bawah otoritas Title 42, tanpa penyaringan untuk kebutuhan perlindungan, tidak konsisten dengan norma-norma internasional," kata Grandi dalam pernyataan yang dirilis oleh salah satu lembaga PBB tersebut, dikutip Reuters.

Sebelumnya, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Alejandro Mayorkas, mengkonfirmasi jika sejak Minggu (19/9) pemerintah AS sudah mendeportasi ribuan imigran ilegal asal Haiti dari kamp Del Rio, yang terletak di negara bagian Texas.

Australia Desak Uni Eropa Lanjutkan Negosiasi Kerja Sama Perdagangan Bebas

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia