logo


Laporkan Haris Azhar dan Fatia, Luhut: Berpendapat dan Berekspresi Harus Disertai Etika

Luhut mengaku sudah terbiasa dengan kritik dan masukan dari siapapun

22 September 2021 13:45 WIB

Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan Kemenko Marves

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, melaporkan Haris Azhar dari Lokantaru dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti terkait dugaan pencemaran nama baik. Luhut mengaku kerap berbincang dengan para staf terkait isu yang viral.

Luhut mengaku sudah terbiasa dengan kritik dan masukan dari siapapun.

"Saya tentu sangat terbiasa dengan kritik dan masukan dari siapapun tanpa pandang usia, bahkan status sosial. Tak terhitung berapa kali saya kerap diminta untuk tampil di sebuah acara dialog," kata Luhut melalui unggahan di Instagram pribadinya, Rabu (22/9).


Sesalkan Laporan Luhut, Pengacara Haris Azhar: Bungkam Suara Kritis

Menurutnya, tidak elok jika ingin mengkritik namun tidak berbincang langsung dengan pihak yang dituju.

"Saya sering katakan bahwa jika ingin mengkritik, mari kita duduk bersama dan berdialog. Tak elok rasanya ketika kita ingin mengkritik, tetapi kita tidak berbicara langsung kepada yang kita tuju. Alih-alih meminta klarifikasi, malah membicarakan hal yang belum jelas dan benar faktanya," katanya.

Luhut mengatakan bahwa menyampaikan pendapat harus disertai etika dan tanggung jawab.

"Kita harus ingat bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi haruslah disertai etika dan bertanggung jawab," katanya.

Luhut ingin masyarakat berani bertanggung jawab pada segala pendapat dan ekspresi yang diutarakan untuk orang lain.

"Bersikaplah ksatria dengan meminta maaf ketika kita merasa melakukan kesalahan baik itu lewat perbuatan maupun perkataan. Karena meminta maaf tidak lantas membuat kita menjadi rendah dan memberi maaf tidak lantas membuat kita terlihat rendah," kata Luhut.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Luhut Binsar Pandjaitan (@luhut.pandjaitan)

Tuntut Haris dan Fatia Rp100 M, Luhut Ingin Sumbangkan ke Masyarakat Papua

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata