logo


Polemik M Kece dengan Irjen Napoleon, DPR: Duduk Perkaranya Belum Jelas

ini pertengkaran atau penghinaan, apalagi melibatkan sesama tahanan

22 September 2021 11:26 WIB

Irjen Pol Napoleon Bonaparte saat menjabat Sekretaris NCB Interpol
Irjen Pol Napoleon Bonaparte saat menjabat Sekretaris NCB Interpol kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi III DPR, Jazilul Fawaid mengatakan kasus Irjen Napoleon Bonaparte dan Muhammad Kece tak perlu dijadikan polemik. Hal itu dikarenakan duduk perkara sebenarnya belum ada kejelasan.

“Iya kan belum jelas, ini pertengkaran atau penghinaan, apalagi melibatkan sesama tahanan juga. Untuk itu percayakan saja kasus ini ke penegak hukum," ujarnya di Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan bila ternyata kasus tersebut menjurus atau terindikasi pada tindak kriminal, maka harus segera diproses sesuai hukum yang berlaku.


Tak Cukup Radikalisme, Pemerintah Diminta Ustaz Hilmi Juga Perangi Penista Agama

“Hemat saya, segera diusut saja, sebab perkaranya sensitif karena terkait penghinaan dan pembelaan terhadap agama," urainya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPP PKB itu juga mengimbau, agar masyarakat terutama pegiat medsos tidak menambah kegaduhan dengan memberikan statmen yang bisa memprovokasi masyarakat.

“Intinya sekali lagi kita percayakan dan serahkan saja ke penegak hukum," tukasnya.

Sebelumnya, tersangka penista agama Muhammad Kece melaporkan terpidana suap dan penghapusan red notice Irjen Napoleon Bonaparte ke Bareskrim. Napoleon dilaporkan terkait dugaan penganiayaan.

Belakangan diketahui, Napoleon juga melumuri Muhammad Kece dengan kotoran manusia. Meski, pengacara membantahnya.

Terkait hal itu, kuasa hukum Napoleon, Ahmad Yani, mengatakan, kliennya dan Kece pernah berdamai usai insiden tersebut pada Agustus awal. Namun, belakangan Kece malah melaporkan Napoleon Bonaparte.

"Ini kasus lama terus saya dapat informasi ada Pak Syahganda (Syahganda Nainggolan, aktivis KAMI) yang baru keluar [tahanan], sudah terjadi perdamaian. Kok, sekarang baru dilaporkan," kata Yani, Senin (20/9/2021) kemarin.

Yani mengaku heran dengan sikap Kece. Dia menduga ada pihak yang mendorong Kece melaporkan mantan Kadivhubinter Polri tersebut. "Agustus akhir baru dilaporkan. Kok tenggang waktunya cukup panjang dari yang saya sebut kenapa seolah-olah Kece punya keberanian lagi," ujar Yani.

Menurut Yani, langkah Kece melaporkan Napoleon akan sangat merugikan tersangka penista agama tersebut.

Ungkap Keanehan di RI, Ustaz Hilmi Cemas Penista Agama Bakal Jadi Duta Kerukunan Umat

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar