logo


Uni Eropa Kecewa Berat Tak Diajak Gabung Aliansi AUKUS

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa menyatakan kecewa dengan langkah Australia, Inggris dan AS, membentuk sebuah aliansi pertahanan baru yang tidak mengikut-sertakan satupun negara anggota Uni Eropa

21 September 2021 20:00 WIB

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell the Guardian

BRUSSELS. JITUNEWS.COM - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Joseph Borrell, mengatakan jika pihaknya sangat kecewa karena tidak tidak ada satu pun negara anggota Uni Eropa yang diajak ikut bergabung dalam aliansi AUKUS. Hal itu ia sampaikan saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne, disela-sela pertemuan Sidang Majelis Umum PBB.

"Perwakilan Tinggi/Wakil Presiden (Joseph) Borrell dan Menteri Luar Negeri Payne membahas pengumuman baru-baru ini tentang kemitraan keamanan oleh AS, Inggris, dan Australia dan pembatalan kontrak kapal selam dengan Prancis. Dia menanyakan tentang kurangnya konsultasi sebelumnya dan menyesali bahwa kemitraan ini tidak memasukkan mitra Eropa, yang memiliki kehadiran kuat di Pasifik," demikian pernyataan Uni Eropa yang dirilis pada Senin (20/9), dikutip Sputniknews.

Borrell mencatat bahwa tantangan keamanan di kawasan Asia Pasifik juga merupakan hal yang sangat penting bagi banyak negara Uni Eropa. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya berencana menggelar konsultasi internal guna membahas mengenai isu aliansi baru AUKUS tersebut.


Taliban Bilang Tidak Ada ISIS atau Al Qaeda di Afghanistan

Dalam kesempatan tersebut, Borrell dan Payne sepakat untuk tetap menjalin kontak dan upaya "penyelesaian masalah yang diakibatkan oleh peristiwa terbaru tersebut".

Sebelumnya, pada 15 Spetember lalu, Australia, Inggris dan AS mengumumkan sebuah aliansi pertahanan baru bernama AUKUS yang memungkinkan Australia untuk mendapatkan teknologi kapal selam nuklir dari AS dan Inggris, setelah secara sepihak membatalkan kontak pembelian kapal selam dari Perancis.

Imbangi Kekuatan Tempur China, Filipina Dukung Australia Dapatkan Kapal Selam Nuklir

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia