logo


Antisipasi Serangan Balas Dendam Usai Ali Kalora Ditembak Mati, BNPT: Watak Mereka Reaktif

BNPT sebut tewasnya Ali Kalora akan berpengaruh kepada kekuatan MIT yang dinilainya akan semakin berkurang.

21 September 2021 05:57 WIB

Pasukan Densus 88.
Pasukan Densus 88. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Ahmad Nurwahid mengatakan bahwa pihaknya melakukan antisipasi serangan balas dendam usai pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora ditembak mati. Ia mengatakan bahwa anggota MIT memiliki sifat reaktif dan menyimpan dendam yang mendalam.

"Kami antisipasi, otomatis. Watak atau karakter orang-orang radikal atau teroris ini kan reaktif, dia ingin membalas dendam. Tapi kami sudah siap siaga untuk itu," kata Ahmad seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (20/9/2021).

Ahmad mengatakan bahwa simpatisan MIT masih banyak yang berkeliaran. Meski demikian, ia menilai bahwa perginya pimpinan mereka akan berpengaruh kepada kekuatan MIT yang dinilainya akan semakin berkurang.


Berkas Perkara Munarman Dikembalikan ke Jaksa, Aziz Yanuar: Beliau Tak Pantas di Tahan!

"Pengaruhnya otomatis besar, kekuatan dia akan berkurang, karena pimpinannya yang selama ini membuat resah termasuk melakukan penganiayaan dan pembunuhan terhadap masyarakat itu kan sudah (meninggal)," ujarnya.

Lebih lanjut, Ahmad menilai bahwa dalam waktu dekat anggota MIT yang tersisa akan memilih pimpinan baru. Dimana pimpinan baru akan dipilih berdasarkan kriteria tertentu.

"Siapa yang ditunjuk itu biasanya yang dianggap paling wibawa, di antara mereka itu dianggap orang yang paling mampu, orang yang paling senior, kompeten ataupun berani," pungkasnya.

 

Sel ISIS dan Al Qaeda Kemungkinan Sudah Menyebar ke Eropa dan Amerika Utara

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati