logo


Sebut Kesabaran Napoleon Ada Batasnya, MUI: Apalagi Keimanannya Diremehkan Pelaku yang Mencla-mencle

Anwar Abbas menduga bahwa kesabaran Napoleon mulai terusik sehingga melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Kace

20 September 2021 11:34 WIB

Anwar Abbas
Anwar Abbas Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta agar aparat penegak hukum bertindak tegas dan cepat tanggap terhadap kasus-kasus penistaan agama. Ia mengatakan bahwa persoalan agama adalah hal yang sensitif.

Hal tersebut, ia sampaikan menanggapi kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Irjen Napoleon terhadap tersangka kasus penistaan agama Muhammad Kace di Rutan Bareskrim Polri.

"Kita mengharapkan agar negara dan para penegak hukum hendaknya benar-benar cepat tanggap bila ada masalah-masalah yang menyangkut pelecehan-pelecehan terhadap masalah agama," kata Anwar dalam keterangan resminya, Senin (20/9/2021).


Kecam Penganiayaan Irjen Napoleon, PBNU: Tidak Punya Hak, Dia Narapidana Bukan Aparat Penegak Hukum!

Anwar Abbas menilai bahwa isu terkait penistaan agama harus diperhatikan oleh pemerintah dan negara. Apabila tidak, kata dia, isu tersebut dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

"Ini penting dilakukan dan untuk menjadi perhatian kita semua agar persatuan dan kesatuan sebagai warga bangsa tidak rusak dan dirusak oleh sikap dan perbuatan dari orang seorang atau segelintir orang," ujarnya.

Lebih lanjut, Anwar Abbas menduga bahwa kesabaran Napoleon mulai terusik sehingga melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Kace. Pasalnya, kata dia, Napoleon mengetahui terkait hukum melakukan penganiayaan namun tetap melakukannya.

"Karena keimanannya diganggu dan diremehkan apalagi setelah melihat sikap si pelaku yang mencla-mencle dan tidak mau mengakui kesalahannya, bahkan terkesan arogan serta memang punya niat tidak baik maka Napoleon pun bertindak," pungkasnya.

 

Napoleon Lumuri Kotoran Manusia ke Kace, Polisi: Ada Saksi yang Ambil Bungkusan di Kamar

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati