logo


Napoleon Lumuri Kotoran Manusia ke Kace, Polisi: Ada Saksi yang Ambil Bungkusan di Kamar

Polisi sebut kotoran manusia sudah disiapkan di kamar Napoleon.

20 September 2021 09:56 WIB

Muhammad Kece
Muhammad Kece Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Irjen Napoleon terhadap tersangka kasus penistaan agama Muhammad Kace.

Ia mengatakan bahwa ada satu saksi yang diperintahkan oleh Napoleon untuk mengambil kotoran manusia yang digunakan untuk melumuri wajah Muhammad Kace. Kotoran manusia itu, kata dia, sudah disiapkan di kamar Napoleon.

"Salah satu saksi diperintahkan NB untuk mengambil bungkusan kotoran yang sudah disiapkan di kamar NB. Kemudian, NB sendiri yang melumuri," kata Brigjen Andi Rian Djajadi di Jakarta, Senin (20/9/2021).


Tak Terima Agamanya Dihina, Alasan Irjen Napoleon Hantam Muhammad Kece

Meski demikian, ia belum mau membeberkan identitas saksi tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa pihaknya saat ini sudah memeriksa enam saksi termasuk korban yakni Muhammad Kace.

"Ada enam saksi yang sudah diperiksa termasuk korban. Besok dijadwalkan akan memeriksa tujuh saksi lagi," ujarnya.

Diketahui, penganiayaan yang dilakukan oleh Napoleon berawal dari Muhammad Kace yang disebut menghina agama Islam. Napoleon mengaku tidak terima dan langsung  melakukan penganiayaan dengan melumuri kotoran manusia ke wajah dan badan Muhammad Kace. Usai melakukan penganiayaan, Napoleon membuat surat terbuka yang disampaikan melalui kuasa hukumnya.

"Siapapun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, Alquran, Rasulullah SAW dan aqidah Islamku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya," kata Napoleon dalam sepucuk surat yang ditulisnya.

 

Kecam Penganiayaan Irjen Napoleon, PBNU: Tidak Punya Hak, Dia Narapidana Bukan Aparat Penegak Hukum!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati